Categories
Puasa

Puasa Bikin Tubuh Rentan Terkena COVID-19? Penelitian Ungkap Fakta Sebaliknya!

Sebagian orang percaya bahwa selama berpuasa, tubuh akan rentan terhadap sejumlah infeksi, termasuk COVID-19. Puasa dianggap bisa menurunkan daya tahan tubuh karena tidak adanya asupan makanan selama berjam-jam.

Lantas, benarkah orang yang berpuasa mengalami penurunan kekebalan hingga berisiko untuk terpapar virus Corona? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Penurunan kadar nutrisi saat berpuasa

Selama berpuasa, kamu tidak mendapat asupan makanan dan minuman sekitar 13 jam. Akibatnya, tubuh bisa mengalami penurunan kadar beberapa nutrisi penting. Ini tentu berbeda dengan kondisi di luar Ramadan, di mana kamu bisa setiap saat mengonsumsi makanan.

Menurut sebuah penelitian yang terbit di Journal of Nutrition Fasting and Health, orang yang sedang berpuasa memang sangat rentan mengalami penurunan kadar banyak nutrisi. Bahkan, penurunan itu bisa dibilang cukup signifikan jika dibandingkan dengan periode sebelum Ramadan.

Nutrisi yang dimaksud adalah berbagai vitamin, protein, serat, kalsium, magnesium, fosfor, zat besi, kalium, dan lain sebagainya. Tapi, bagi orang yang sehat, hal itu tidak akan menjadi masalah. Sebab, setelah berbuka, kamu bisa mendapatkan kembali nutrisi yang telah hilang.

Penurunan nutrisi tersebut yang menjadi kekhawatiran beberapa kalangan terhadap kekuatan atau daya tahan tubuh. Orang dengan sistem imun rendah sangat rentan terhadap berbagai infeksi, termasuk COVID-19.

Benarkah puasa bisa tingkatkan risiko terkena COVID-19?

Jawaban singkatnya adalah tidak. Puasa tidak meningkatkan risiko seseorang untuk terkena COVID-19. Bahkan, menurut World Health Organization (WHO), belum ada bukti ilmiah yang menyebutkan bahwa puasa dapat membuat seseorang rentan terpapar virus Corona.

Selama orang itu masih sehat, berpuasa adalah sesuatu yang tidak berbahaya, justru dapat memberi manfaat yang baik untuk tubuh. Puasa yang dimaksud di sini bukan hanya di saat bulan Ramadan, tapi pembatasan pola makan pada umumnya.

Jadi, selama tubuhmu masih bugar dan sehat, tak perlu khawatir untuk berpuasa. Meski begitu, kamu masih tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan oleh pemerintah.

Baca juga: 5 Tips agar Tubuh Tetap Bertenaga meski Sedang Berpuasa Ramadan

Puasa bisa lindungi tubuh dari infeksi

Percaya atau tidak, ternyata berpuasa justru dapat melindungi tubuhmu dari risiko infeksi, lho. Penelitian yang terbit baru-baru ini menyebutkan, berpuasa Ramadan dapat mengubah beberapa mekanisme di dalam tubuh yang bisa meningkatkan imunitas.

Kesimpulan tersebut mematahkan argumen sebelumnya yang menyebutkan bahwa puasa dapat menurunkan sistem imun. Berpuasa minimal tiga hari dapat mengoptimalkan tubuh dalam produksi sel darah putih baru, yang juga berfungsi meremajakan sistem kekebalan.

Pola makan yang terbatas saat puasa memaksa tubuh untuk menggunakan simpanan lemak dan glukosa. Hal tersebut memacu pemecahan sel darah. Sel kemudian melakukan regenerasi hingga mampu mencapai kekuatan terbaiknya.

Sistem imun sendiri adalah komponen yang terdiri dari banyak molekul dan sel. Sel darah putih adalah salah satu bagian pembentuknya. Jika sel darah putih bekerja dengan baik, maka sistem imun juga lebih efektif dalam menjalankan tugasnya untuk melindungi tubuh.

Bagaimana sistem imun bekerja melawan infeksi?

Tubuh manusia secara alami mempunyai dua jenis sistem imun, yaitu sistem kekebalan bawaan dan sistem kekebalan adaptif. Keduanya saling bekerja sama setiap kali ada patogen, kuman, dan zat berbahaya yang masuk.

Sistem kekebalan bawaan bertugas memberi pertahanan dan melakukan perlawanan terhadap kuman dan zat berbahaya tersebut, termasuk yang berhasil menembus kulit atau sistem pencernaan.

Sedangkan sistem kekebalan adaptif, bertugas membuat antibodi yang sering dikenal dengan istilah ‘respons imun’. Sistem kekebalan adaptif terus beradaptasi, mempelajari struktur dari bakteri atau virus yang bisa berubah seiring berjalannya waktu.

Potensi penyebaran virus Corona di bulan Ramadan

Meski puasa terbukti bisa meningkatkan sistem imun, penyebaran virus Corona masih berpotensi terjadi di tengah bulan Ramadan. Bahkan, risiko penyebarannya mungkin bisa lebih tinggi dari hari-hari selain Ramadan.

Penyebaran tersebut bukan dari aktivitas puasa, tapi melalui kegiatan yang melibatkan banyak orang. Sebisa mungkin, hindari aktivitas yang berpotensi menciptakan kerumunan.

Dalam panduan yang dibuat, WHO memberikan rekomendasi untuk penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan banyak orang di bulan Ramadan. Pertimbangkan untuk mengadakan acara jamuan buka bersama di luar ruangan (outdoor).

Jika tak memungkinkan, pastikan tempat atau ruangan punya cukup ventilasi. Persingkat durasi acara dan tetap jaga jarak antarpeserta.

Nah, itulah ulasan tentang puasa dan risiko infeksi virus Corona yang perlu kamu tahu. Agar tetap aman dalam berpuasa dan terhindar dari COVID-19, pastikan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan di mana pun kamu berada, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Categories
Puasa

Menu Sahur Sehat yang Bikin Lebih Lama Kenyang Selama Puasa!

Sahur adalah salah satu waktu makan yang harus dipergunakan dengan baik selama menjalankan puasa di bulan Ramadan. Menu sahur sehat perlu kamu perhatikan agar tubuh tetap fit beraktivitas walau sedang berpuasa. 

Agar tidak salah pilih menu, yuk intip apa saja sih sebetulnya yang sebaiknya dikonsumsi. Sekaligus mencari tahu makanan seperti apa yang sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam menu sahur yang sehat selama puasa. 

Makan sahur penting selama puasa Ramadan

Sebelum lebih lanjut membahas tentang menu sahur sehat, sedikit mengingatkan bahwa sahur adalah salah satu waktu makan yang penting dilakukan di sepanjang Ramadan.

Usahakan untuk tidak melewatkannya. Walaupun pastinya sebagian orang susah bangun lebih awal untuk makan atau terasa sulit sahur karena tidak memiliki nafsu makan. 

Tetapi jika kamu melewatkan makan sahur, dapat memengaruhi energimu selama satu hari penuh. Cobalah untuk makan sehat, agar kondisi tubuh tetap terjaga. 

Pentingnya menu sahur sehat

Pentingnya memilih menu sahur sehat. Jangan sampai kamu salah memilih makanan.

Menu sahur sehat adalah sejumlah makanan yang dapat memberikanmu kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sehingga mampu memberikan rasa kenyang yang cukup panjang, agar kamu bisa bertahan hingga berbuka puasa.

Sayangnya, karena alasan mengantuk dan tidak nafsu makan, kamu jadi terpaksa makan sahur seadanya. Misalnya hanya mengonsumsi karbohidrat sederhana, seperti roti.

Padahal, karbohidrat sederhana seperti roti tidak akan membuatmu kenyang dalam waktu yang lama. Seperti yang diungkapkan seorang ahli sekaligus penulis buku ‘The Healthy Ramadan Guide‘, Nazima Qureshi, RD, MPH.

“Seringnya orang beralih ke karbohidrat sederhana untuk makan pagi,” kata Qureshi. “Tapi karbohidrat sederhana tidak memberikan energi jangka panjang,” lanjutnya lagi, dilansir dari Healthline.

Lalu seperti apa yang termasuk menu sahur sehat? 

Berikut adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya kamu pilih dan kamu masukkan ke dalam menu sahur selama bulan puasa. 

Makanan kaya akan serat

Menu dari makanan kaya serat akan membantumu merasa kenyang lebih lama. Karena serat dapat memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan waktu pencernaan. 

Selain itu serat juga baik untuk pencernaan dan membantu melawan sembelit. Serat juga dapat membantu menjaga kadar gula darah. 

Berikut beberapa makanan kaya serat yang bisa kamu konsumsi di waktu sahur. 

  • Oat
  • Quinoa
  • Kacang merah
  • Kacang polong
  • Lentil
  • Kale
  • Bayam
  • Brokoli
  • Kubis brussel
  • Wortel
  • Pisang
  • Apel
  • Raspberry
  • Stroberi
  • Pir
  • Biji chia.

Menu sahur sehat yakni makanan tinggi protein

Protein adalah salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Selain itu studi menunjukkan bahwa protein adalah makronutrien yang paling mengenyangkan. 

Makanan tinggi protein cocok dikonsumsi saat sahur, untuk membantu kamu merasa kenyang lebih lama. Berikut yang termasuk makanan tinggi protein yang bisa kamu masukkan ke dalam menu sahur harianmu:

  • Telur
  • Dada ayam
  • Oat
  • Keju cottage
  • Yoghurt
  • Susu
  • Brokoli
  • Daging sapi tanpa lemak
  • Ikan tuna
  • Quinoa
  • Ikan
  • Udang.

Makanan yang mengandung banyak air

Makanan yang mengandung banyak air dapat membantu tubuh tetap terhidrasi. Mengingat kamu akan tetap beraktivitas walau sedang puasa, penting untuk menjaga cairan tubuh agar tidak mengalami dehidrasi. 

Mengonsumsi makanan kaya air akan membantu menyediakan cairan untuk tubuh. Karenanya makanan kaya air perlu dimasukkan ke dalam menu sahur sehat selama bulan Ramadan. 

Berikut daftar makanan dengan kandungan air yang tinggi yang bisa kamu konsumsi di waktu sahur.

  • Blewah
  • Stroberi
  • Semangka
  • Jeruk
  • Mentimun
  • Selada
  • Kaldu dan sup
  • Zucchini
  • Seledri
  • Yoghurt tanpa rasa
  • Tomat
  • Paprika
  • Kembang kol
  • Kol.

Makanan yang sebaiknya dihindari untuk sahur

Menurut situs sehatnegeriku.kemkes.go.id, makanan yang harus dihindari saat sahur adalah yang mengandung banyak garam. Alasannya, makanan asin atau tinggi kandungan garamnya, dapat mempercepat keluarnya cairan tubuh. 

Jika cairan tubuh tidak terjaga seharian penuh, kamu bisa kekurangan cairan. Itu juga sebabnya di saat sahur bukan hanya cukup minum tetapi konsumsi juga makanan yang mengandung banyak air, untuk membantu mencukupi kebutuhan cairan tubuh selama berpuasa. 

Selain memilih menu sahur yang sehat dan menghindari makanan tinggi garam, jangan lupa untuk minum air yang cukup ya. Demikian informasi tentang menu sahur sehat untuk mendukung kesehatanmu selama berpuasa. 

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Categories
Kehamilan

Yuk, Intip Tips Aman Berpuasa untuk Ibu Hamil

Setiap Ramadhan datang, banyak orang masih mempertanyakan apakah ibu hamil aman berpuasa? Adakah tips puasa untuk ibu hamil yang aman? 

Untuk mengetahui lebih dalam terkait puasa dan ibu hamil serta bagaimana tips menjalaninya, simak ulasan berikut ini!

Apakah ibu hamil boleh puasa?

Penelitian yang memperingatkan ibu hamil untuk tidak berpuasa biasanya mempertimbangkan efek pada bayinya.

Selama trimester pertama, bayi dalam kandungan sedang dalam tahap yang sensitif. Hukum Islam sendiri tidak mengharuskan Moms untuk berpuasa di masa hamil dan dapat diganti dengan melakukan fidyah. 

Meski begitu, beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa hanya sedikit atau bahkan tidak ada efek pada bayi baru lahir dari ibu yang berpuasa selama kehamilan.

Karena itu, jika merasa sehat dan cukup kuat maka bisa berpuasa dengan menerapkan beberapa tips puasa untuk ibu hamil.

Ibu hamil puasa di trimester pertama

Jika Moms puasa saat kehamilan di trimester pertama maka tidak berdampak apa-apa. Sebab kebutuhan energi pada trimester pertama tidak berbeda dengan ibu tidak hamil.

Hal ini tidak mengherankan mengingat pada trimester kedua kehamilan kebutuhan energi meningkat 340 kkal per hari.

Ibu hamil puasa di trimester kedua

Meskipun puasa kapan saja selama kehamilan tidak disarankan, puasa pada periode kritis antara 22 dan 27 minggu kehamilan mungkin sangat berisiko. Wanita hamil sebaiknya tidak berpuasa pada trimester kedua untuk mengurangi risiko kelahiran prematur.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition memberikan informasi baru yang menunjukkan bahwa puasa selama trimester kedua kehamilan mungkin sangat berbahaya. 

Dalam penelitian terhadap wanita berbahasa Arab ini, puasa ramadan selama trimester kedua kehamilan dikaitkan dengan risiko 35 persen lebih besar untuk melahirkan prematur dibandingkan dengan yang tidak berpuasa. Risikonya bahkan lebih besar jika ibu hamil puasa selama minggu ke 22 dan 27, paruh kedua trimester kedua.

Ibu hamil puasa di trimester ketiga

Berhati-hatilah jika Moms berpuasa selama tiga bulan terakhir kehamilan karena saat ini biasanya tubuh Moms membutuhkan 200 kalori ekstra.

Jadi lakukan konsultasi dengan dokter secara rutin dan selalu laporkan gejala apapun yang Moms alami untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Efek samping yang mungkin terjadi jika ibu hamil puasa

Efek samping berpuasa ketika hamil. Foto: https://parentalk.id/

Sebuah penelitian menyebutkan, puasa tidak memiliki efek pada pertumbuhan intrauterin dan indeks waktu kelahiran apabila ibu hamil memiliki nutrisi yang cukup.

Akan tetapi, puasa selama kehamilan bisa pula memicu munculnya beragam bahaya atau efek samping. Beberapa di antaranya adalah efek jangka pendek yang bisa mereda seiring berjalannya waktu.

Kemungkinan lainnya adalah efek jangka panjang yang bisa membahayakan ibu serta janin dalam kandungan. Berikut beberapa kemungkinan efek puasa selama kehamilan:

  • Dalam kasus yang jarang, kelahiran secara prematur mungkin terjadi.
  • Meningkatkan kemungkinan dehidrasi akibat kurangnya asupan cairan.
  • Puasa menyebabkan berat badan lahir menjadi rendah.
  • Bayi dan ibu bisa kekurangan nutrisi yang penting.

Bagi ibu hamil yang tetap ingin menunaikan ibadah puasa, penting untuk memperhatikan berbagai faktor. Gaya hidup sehat juga menjadi pertimbangan karena bayi membutuhkan nutrisi yang tepat. Jika cadangan energi cukup, maka puasa cenderung memiliki efek samping lebih kecil.

Hanya diri sendiri yang bisa menilai seberapa sehat tubuh sehingga keputusan sepenuhnya ada di tangan kamu, Moms. bicarakanlah dengan keluarga, dokter, atau orang yang ahli agama untuk membantu mempertimbangkan pilihan kamu. 

Tips puasa untuk ibu hamil yang aman

tips puasa untuk ibu hamil
Ibu hamil diharuskan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti buah dan sayur. Foto: https://www.shutterstock.com/

Bicaralah dengan dokter atau bidan kamu sebelum memutuskan akan berpuasa. Ingat, setiap ibu berbeda. Itulah mengapa berkonsultasi dengan dokter atau bidan sangat penting sebelum Moms berpuasa.

Dampak buruk yang mungkin terjadi pada ibu hamil selama berpuasa bisa diminimalisir dengan merencanakan beberapa hal. Tips puasa untuk ibu hamil yang bisa kamu terapkan, yakni sebagai berikut:

1. Cukupkan konsumsi asupan air

Tips puasa untuk ibu hamil yang pertama adalah memastikan kebutuhan cairan terpenuhi. Jika ibu hamil puasa, dehidrasi adalah hal yang harus diwaspadai, terutama jika ramadan jatuh saat hari-hari musim panas yang panjang.

Moms harus tahu jika bayi dalam kandungan bergantung sepenuhnya untuk semua nutrisi dan hidrasi. Jadi, jangan pernah lupa untuk memperhatikan asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh.

Gejala dehidrasi yang patut diwaspadai mulai dari urine yang berwarna gelap, pusing, sakit kepala, kelelahan, mulut kering dan jarang buang air kecil (kurang dari tiga atau empat kali sehari).

Jika Moms merasa pusing, lemas, letih, bingung atau lelah saat berpuasa, bahkan setelah istirahat, maka Moms harus segera membatalkan puasa.

Minumlah minuman manis untuk menggantikan gula dan cairan yang hilang, dan camilan asin untuk menggantikan garam yang hilang. Atau bisa juga konsumsi larutan rehidrasi lalu jangan lupa untuk hubungi dokter.

2. Konsumsi makanan sehat

Tips puasa untuk ibu hamil yang kedua adalah pastikan Moms memilih menu makanan yang sehat. Selain cairan, penting juga untuk menjaga pola hidup dengan makan makanan sehat.

Ibu hamil membutuhkan energi lebih banyak karena bayi dalam kandungannya memerlukan nutrisi tepat. Karena itu, pastikan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti buah-buahan segar selama berpuasa. 

3. Hindari aktivitas fisik berlebihan

Ada kemungkinan besar Moms akan memiliki lebih sedikit energi saat berpuasa, jadi hindari aktivitas atau olahraga yang berat. 

Stamina dalam tubuh ketika berpuasa harus dijaga dengan baik, terutama untuk ibu hamil. Untuk itu, usahakan untuk menghindari aktivitas fisik berlebih selama periode puasa dilakukan.

Melakukan kegiatan fisik hanya akan membuat tubuh mudah kelelahan dan cepat mengalami dehidrasi.  

4. Segera buka puasa jika merasa lelah

Tips puasa untuk ibu hamil yang keempat adalah jangan terlalu memaksakan diri ya, Moms.

Jangan memaksakan diri untuk berpuasa jika tubuh sudah tidak kuat dan merasa cukup lelah. Kamu bisa segera buka puasa untuk menghindari hal buruk yang mungkin terjadi.

Sertakan juga makanan sehat ketika berbuka puasa agar energi dan stamina tubuh tergantikan dengan baik. 

5. Atur waktu istirahat

Hal lain yang perlu diperhatikan untuk ibu hamil yang berpuasa adalah waktu istirahat. Jangan mengabaikan tanda-tanda yang diberikan tubuh, pergi dan istirahatkan jika mengantuk. Tidur yang cukup adalah suatu keharusan jika kamu berpuasa selama kehamilan.

6. Jauhi faktor penyebab stres

Tips puasa untuk ibu hamil selanjutnya adalah hindari situasi yang membuat kamu mudah stres. Segera ambil beberapa tindak pencegahan terhadap stres, salah satunya dengan selalu berpikir positif.

Jika stres melanda, kamu bisa membatalkan puasa dan konsultasikan dengan dokter. 

7. Pilih menu berbuka yang tepat

Seperti yang sudah diketahui, puasa akan memperlambat sistem pencernaan. Jadi, ketika berbuka puasa, konsumsilah makanan dengan porsi kecil.

Cobalah makan perlahan saat buka puasa. Mulailah dengan makanan ringan seperti sup. Makanan yang mengandung gula alami seperti buah dan minuman susu juga merupakan pilihan yang baik, karena akan memberi Moms energi yang sangat dibutuhkan .

Tak hanya itu, Moms harus menghindari minuman berkafein serta minuman soda ketika berbuka puasa. Hindari juga makanan olahan atau produk makanan dengan tinggi lemak. 

8. Dengarkan tubuh kamu, Moms

Tips puasa untuk ibu hamil yang terakhir adalah dengarkan dan perhatikan kode yang tubuh kirim. Beristirahatlah saat Moms mulai merasa lesu atau lelah. Dan jika suatu saat Moms mulai merasa pusing atau lemah, maka kamu harus makan.

Meskipun berpuasa bisa mempengaruhi wanita secara emosional, perlu diingat jika kesehatan diri sendiri dan bayi lebih penting dari apapun.

Jangan memaksakan diri jika tubuh memang tidak mampu untuk berpuasa. Hal paling tepat yang bisa Moms lakukan adalah menghindari risiko terburuk.

Gejala yang harus ibu hamil waspadai saat puasa

Tips yang tak kalah penting untuk ibu hamil adalah untuk memerhatikan beberapa gejala yang tubuh berikan.

Berikut beberapa gejala yang harus Moms waspadai ketika puasa saat hamil:

1. Perubahan berat badan

Jika Moms mengalami penurunan berat badan saat puasa, maka ini adalah tanda bahaya. Kehilangan berat badan, bisa berbahaya bagi bayi.

Moms mungkin tidak akan ditimbang selama pemeriksaan antenatal , jadi timbang diri secara teratur di rumah saat Moms berpuasa.

2. Waspadai gejala dehidrasi

Jika ibu hamil menjadi sangat haus, lebih jarang buang air kecil, atau air liur menjadi berwarna gelap, ini adalah tanda dehidrasi.

Kondisi ini juga dapat membuat Moms lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih (ISK) atau komplikasi lainnya.

3. Badan lemas

Apabila Moms merasa pusing, ingin pingsan, lemas, bingung atau lelah, bahkan setelah Moms beristirahat dengan baik.

Segeralah berbuka puasa dengan minuman manis dan camilan asin atau larutan rehidrasi oral seperti Dioralyte, dan hubungi dokter atau bidan.

Tips memilih menu buka puasa untuk ibu hamil

Saat berbuka puasa, sebaiknya Moms memilih menu yang kaya nutrisi untuk menyuplai kebutuhan tubuh. Di antaranya:

  • Makanan kaya vitamin dan mineral, seperti zat besi dan kalsium
  • Makanan kaya energi, seperti pasta gandum utuh, sereal berbasis oat, kacang-kacangan, dan roti gandum
  • Makanan kaya protein, seperti daging, kacang-kacangan, dan telur

Pastikan untuk minum banyak cairan saat sahur dan buka puasa untuk mengurangi risiko dehidrasi. Tips lain dalam memilih menu buka puasa untuk ibu hamil adalah menghindari beberapa jenis makanan dan minuman berikut ini:

  • Kafein, karena bisa membuat Moms merasa lebih dehidrasi
  • Makanan yang sulit dicerna
  • Makanan asam atau berminyak yang bisa membuat Moms mulas
  • Terlalu banyak makanan dan minuman manis, karena ini memberi dorongan energi langsung tetapi tidak akan membuat Moms terus maju
  • Setiap makanan yang tidak aman pada kehamilan 

Usahakan untuk tidak mengonsumsi banyak makanan manis yang akan meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Sebab gula darah kemudian akan turun dengan cepat, yang mungkin membuat Moms merasa lemas dan pusing.

Ingatlah untuk mengonsumsi makanan atau suplemen asam folat dan vitamin D. Jika Moms merasa ada sesuatu yang tidak beres, hubungi bidan atau dokter segera.

Puasa intermiten untuk ibu hamil

Selain puasa ramadan, ada juga puasa intermiten yang biasanya dilakukan untuk menurunkan berat badan. Durasi puasa intermiten setidaknya 12 jam lamanya.

Ibu hamil sangat tidak disarankan untuk menjalani puasa intermiten. Karena puasa intermiten dimaksudkan untuk membantu menurunkan berat badan, dan tidak ada alasan yang tepat untuk melakukan puasa intermiten saat Moms hamil.

Ibu hamil tidak disarankan menurunkan berat badan saat hamil. Bahkan jika Moms kelebihan berat badan sebelum hamil, Moms harus berusaha untuk menambah berat badan setidaknya beberapa kilogram saat sedang hamil.

Dan seperti halnya puasa pada umumnya, ternyata berpuasa berpotensi berdampak negatif pada tumbuh kembang bayi. Jika Moms khawatir tentang berat badan selama kehamilan, bicarakan dengan bidan atau dokter.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Categories
Info Sehat

7 Penyebab Bangun Tidur Tenggorokan Sakit yang Jarang Disadari, Apa Saja?

Tak sedikit orang yang mengeluhkan rasa sakit di tenggorokannya setelah bangun tidur. Bangun tidur dengan keadaan tenggorokan sakit sebaiknya tidak disepelekan, karena bisa menjadi indikasi adanya kondisi tertentu.

Lantas, normalkah merasakan tenggorokan sakit saat bangun tidur? Apa saja penyebabnya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Bangun tidur tenggorokan sakit, normal atau tidak?

Pada beberapa kasus, sakit tenggorokan setelah bangun tidur bisa dikatakan tidak berbahaya. Kondisi itu biasanya dapat diatasi hanya dengan minum air putih.

Namun, sakit tenggorokan di pagi hari juga dapat menandakan adanya kondisi tertentu yang membutuhkan bantuan medis. Penting untuk mendeteksi apakah rasa sakit tersebut berlangsung cukup lama dan terjadi berulang setiap hari atau tidak.

Penyebab sakit tenggorokan saat bangun tidur

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan sakit tenggorokan saat bangun tidur. Baik karena hal-hal yang terjadi selama tidur maupun indikasi dari adanya infeksi. Berikut tujuh penyebabnya yang perlu kamu tahu:

1. Mendengkur selama tidur

Ketika bangun tidur tenggorokan sakit, bisa jadi semalaman kamu mendengkur atau mengorok. Mendengkur bisa menyebabkan tenggorokan iritasi. Akibatnya, saat sudah terbangun, muncul rasa sakit di area tersebut.

Pada beberapa kasus, dengkuran keras saat tidur dapat mengindikasikan adanya gangguan serius, misalnya sleep apnea. Kondisi itu terjadi ketika napas berhenti sementara ketika sedang terlelap. Hal tersebut pada umumnya dipicu oleh penyempitan atau penyumbatan saluran udara.

2. Bernapas lewat mulut

Jika kamu terbiasa bernapas lewat mulut, itu bisa menjadi penyebab tenggorokan sakit. Pernapasan mulut disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah penyumbatan pada saluran hidung. Akibatnya, saat tidur, kamu secara tidak sadar bernapas melalui mulut.

Tidak hanya sakit tenggorokan, orang yang tidur sambil bernapas lewat mulut juga biasanya merasakan gatal di area sekitarnya, mulut kering, dan suara menjadi serak. Namun, sakit tenggorokan karena faktor ini bisa diredakan hanya dengan minum air putih.

3. Udara kamar yang kering

Kelembapan udara ternyata bisa menyebabkan sakit tenggorokan di pagi hari, lho. Udara di kamar yang kering dapat memengaruhi tenggorokan dan saluran hidung. Dua bagian tubuh tersebut bisa ikut mengering, memicu gatal-gatal, lalu memunculkan rasa sakit.

Udara di dalam ruangan biasanya menjadi lebih kering saat musim dingin atau penghujan. Menyalakan mesin pemanas ruangan juga dapat menurunkan tingkat kelembapan udara di dalam kamar.

4. Asam lambung naik

Sakit tenggorokan bisa disebabkan oleh penyakit gastroesophageal reflux atau yang lebih dikenal dengan GERD. Kondisi itu terjadi ketika cairan asam lambung mengalami peningkatan disertai melemahnya otot sfingter di bagian bawah esofagus atau kerongkongan.

Akibatnya, asam lambung naik ke dada hingga mencapai belakang tenggorokan. Asam lambung adalah cairan iritatif, dapat memunculkan rasa panas atau terbakar pada area yang dilewatinya. Selain menimbulkan rasa sakit, asam tersebut juga dapat merusak jaringan di sekitarnya.

GERD sering kali memburuk ketika tidur. Posisi tubuh yang datar saat berbaring memungkinkan asam lambung untuk menjangkau area kerongkongan dan tenggorokan.

5. Bangun tidur tenggorokan sakit karena dehidrasi

Dehidrasi dapat membuat tenggorokan kering dan gatal. Saat tidur, kamu berjam-jam tidak mendapat asupan cairan. Sehingga, sakit tenggorokan di pagi hari tak bisa dihindari.

Selain kurang minum air, dehidrasi bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti mengonsumsi makanan asin sebelum tidur, tidur di ruangan yang panas, tidur di bawah enam jam, dan efek dari obat-obatan.

Baca juga: 7 Penyebab Batuk di Malam Hari yang Perlu Kamu Tahu

6. Reaksi alergi

Alergi bisa membuatmu bangun tidur dengan tenggorokan sakit. Alergi dapat menyebabkan postnasal drip, kondisi saat lendir mengalir dari hidung ke tenggorokan. Lendir itu lalu memicu rasa gatal, iritasi, hingga nyeri.

Tetesan lendir bisa meningkat saat kamu berada dalam posisi berbaring. Paparan alergen di malam hari dapat memperburuk keadaannya, berasal dari bulu di bantal, debu di kasur, dan serbuk sari dari tanaman atau pohon di dekat jendela yang terbuka.

7. Infeksi dan peradangan

Sakit tenggorokan bisa menjadi indikasi dari adanya infeksi, apalagi jika berlangsung cukup lama. Infeksi itu bisa berupa pembesaran amandel (tonsilitis), flu, atau peradangan pada tenggorokan itu sendiri.

Sakit tenggorokan akibat infeksi virus atau bakteri biasanya sampai membuat seseorang sulit bicara dan makan, muncul bercak putih di bagian belakang mulut, demam, hingga pembengkakan kelenjar getah bening.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa menyebabkan tenggorokan sakit saat bangun tidur. Jika kondisinya tak kunjung membaik, jangan ragu untuk segera periksakan diri ke dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Categories
Puasa

Tips Mencegah Asam Lambung Naik saat Puasa

Asam lambung naik saat puasa tentunya bisa mengganggu kamu beraktivitas di bulan Ramadan. Kira-kira bagaimana tips terbaik mencegah asam lambung saat puasa? Simak, yuk!

Sebelum membahas lebih jauh, mungkin beberapa dari kamu percaya bahwa puasa dapat membantu membersihkan tubuh dari berbagai racun, yang mengakibatkan masalah kesehatan sehari-hari.

Faktanya, puasa bukan hanya tentang ritual keagamaan. Jika kamu mau berpuasa, kamu juga perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, khususnya bila kamu memiliki kondisi-kondisi khusus, misal mempunyai keluhan sakit perut seperti gangguan asam lambung yang sering naik.

Baca Juga: Supaya Ibadah Nyaman, Jangan Sampai Terkena Flu saat Puasa

Keluhan umum saat puasa

Biasanya, gejala umum yang ditemui adalah rasa nyeri di dada disertai dengan keluhan gangguan pencernaan lainnya. Misalnya, jadi sering bersendawa, atau merasakan mual dan muntah.

Tanda-tanda lainnya saat asam lambung naik biasanya juga dapat menimbulkan keluhan mulut terasa kering dan asam. Istilah lain dari naiknya asam lambung ini juga dikenal dengan GERD (gastroesophageal reflux disease), gangguan pencernaan asam, atau dispepsia.

Apa pun sebutannya, ketika ini terjadi, dapat mengiritasi lapisan kerongkongan, menyebabkan rasa sakit, rasa terbakar atau rasa asam di tenggorokan kamu, yang biasanya juga disertai hal-hal seperti batuk kering, masalah tidur atau kesulitan menelan.

Penyebab asam lambung naik saat puasa

Saat puasa perut atau lambung kamu akan kosong, dan tidak ada makanan yang bisa diurai sehingga kadar asam lambung akan naik. Karena tidak ada makanan di perut untuk ‘menyerap’ asam tersebut.

Kondisi ini bisa mengakibatkan penumpukan asam berbahaya yang bisa menyebabkan nyeri epigastrik, ketidaknyamanan (mulas), dan regurgitasi asam ke kerongkongan (refluks asam).

Untuk alasan ini, banyak orang juga mengalami sakit perut yang paling parah terkait asam saat bangun dengan perut kosong. Kabar baiknya, seiring berjalannya waktu tubuh kemungkinan besar akan mengatur ketidakseimbangan asam akibat puasa.

Setelah beberapa saat membiarkan tubuh menyesuaikan diri dengan puasa, lambung akan mulai mengurangi jumlah asam yang dikeluarkan.

Gejala asam lambung naik saat puasa

Berikut beberapa gejala utama yang muncul saat terjadi asam lambung naik:

  • Terjadi heartburn atau sensasi terbakar di tengah dada
  • Rasa asam yang tidak enak di mulut, yang disebabkan oleh asam lambung

Selain 2 gejala tadi, kamu mungkin juga akan merasakan tanda asam lambung naik seperti:

  • Batuk atau cegukan yang terus datang kembali
  • Suara parau
  • Bau mulut
  • Kembung dan merasa mual

Tips hindari asam lambung naik saat puasa

Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mencegah asam lambung naik saat puasa:

1. Jangan lewatkan makan sahur

Tips menghindari asam lambung naik saat puasa adalah jangan pernah melewatkan sahur. Ada baiknya kamu makan sahur di akhir waktu, atau saat mendekati imsak.

Tubuh kamu butuh asupan energi untuk aktivitas sehari-hari, jadi pastikan kamu selalu sahur. Minimal dengan minum air atau susu.

Setelah sahur kamu tidak disarankan untuk melanjutkan tidur. Berbaring langsung setelah makan bisa menyebabkan asam lambung masuk ke kerongkongan dan memicu refluks.

2. Pastikan cukup asupan air

Selama berpuasa kamu wajib memenuhi kebutuhan air, minimal 8 gelas per hari. Hindari mengonsumsi minuman berkafein karena dapat menyebabkan dehidrasi.

Minumlah air dengan cukup saat sahur dan juga saat berbuka puasa. Minum air sebelum tidur memungkinkan tubuh untuk menyesuaikan tingkat cairan untuk hari berikutnya.

Minumlah air hangat saat buka puasa atau sahur. Air hangat, dan bahkan air panas, bisa dibilang membantu menenangkan perut lebih dari air dingin, yang dapat mengiritasinya.

3. Hindari pemicu asam lambung naik saat puasa

Jika kamu tidak ingin asam lambung naik saat puasa, maka kamu harus mengindari beberapa faktor pemicunya.

Salah satu yang penting adalah memerhatikan apa yang kamu konsumsi. Beberapa pemicu umum yang harus kamu hindari adalah makanan olahan, berlemak, digoreng, pedas, asam, asin, berkafein, dan mengandung asam.

Pastikan untuk memasukkan cukup nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh ke dalam makanan seperti karbohidrat, protein, vitamin lemak, dan serat.

4. Tidur disangga bantal

Tips berikutnya untuk menghindari asam lambung naik saat puasa adalah dengan tidur disangga menggunakan bantal. Saat kamu tidur, perut akan mengirim asam ke tenggorokan jika kamu berbaring terlentang.

Tidur dengan ganjalan bantal mengurangi kemungkinan ini, dan akan membantu mencegah sakit tenggorokan di pagi hari. Kamu juga sebaiknya jangan tidur miring ke kanan ya.

5. Hindari tambahkan sesuatu dalam minuman

Hindari menambahkan sesuatu pada air yang kamu minum. Air putih sudah cukup. Hindari meminum seperti jus lemon misalnya, yang dapat menyebabkan asam lambung kamu naik.

6. Lanjutkan pengobatan

Jika kamu sedang dalam proses pengobatan asam lambung, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter terkait puasa selama bulan ramadan ini.

Diskusikan perihal obat mana saja yang harus tetap dikonsumsi, berapa dosisnya, dan kapan harus mengonsumsinya.

Kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter apabila asam lambung naik saat puasa dan menyebabkan sakit tak tertahankan. Hubungi dokter untuk meminta nasihat dan alternatif pengobatannya!

Cara mengatasi asam lambung naik saat puasa

Dalam banyak kasus, perubahan gaya hidup yang dikombinasikan dengan konsumsi obat-obatan yang dijual bebas (OTC) efektif untuk mengendalikan gejala penyakit refluks asam atau asam lambung naik.

Jadi cara terbaik untuk penyakit ini adalah mengindari pemicunya. Saat asam lambung naik dan menyebabkan nyeri atau sakit hebat, mungkin kamu harus mempertimbangkan untuk membatalkan puasa.

Obat jenis antasida, seperti Alka-Seltzer, Maalox, Mylanta, Rolaids, atau Riopan, dapat menetralkan asam dari perut. Tetapi obat ini dapat menyebabkan diare atau sembelit, terutama jika kamu menggunakannya secara berlebihan.

Sebaiknya gunakan antasida yang mengandung magnesium hidroksida dan aluminium hidroksida. Ketika digabungkan, mereka dapat membantu melawan efek samping gastrointestinal ini.

Obat untuk mengatasi asam lambung naik

Jika antasida tidak membantu, dokter mungkin akan memberikan rekomendasi obat lain yang beberapa di antaranya membutuhkan resep.

Dokter mungkin menyarankan lebih dari satu jenis atau menyarankan kamu mencoba kombinasi obat-obatan seperti berikut ini:

  • Gaviscon sebagai foaming agents untuk melapisi perut agar mencegah refluks
  • H2 blocker (Pepcid, Tagamet) menurunkan produksi asam
  • Penghambat pompa proton (Aciphex, Nexium, Prilosec, Prevacid, Protonix) juga mengurangi jumlah asam yang dihasilkan lambung
  • Prokinetik (Reglan, Urecholine) dapat membantu memperkuat LES, mengosongkan perut lebih cepat, dan mengurangi refluks asam

Jangan menggabungkan lebih dari satu jenis antasid atau obat lain tanpa pengawasan dari dokter ya.

Kapan harus ke dokter?

Asam lambung yang naik apalagi selama puasa dapat mengganggu aktivitas dan pastinya ibadah kamu.

Saat kamu mengalami gejala berikut ini, sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan:

  • Perubahan gaya hidup dan obat-obatan farmasi tidak membantu
  • Kamu mengalami heartburn hampir setiap hari selama 3 minggu atau lebih
  • Kamu memiliki gejala lain, seperti makanan tersangkut di tenggorokan, sering sakit atau kehilangan berat badan tanpa alasan

Dokter umum dapat memberikan perawatan yang lebih kuat dan membantu menyingkirkan penyebab gejala yang lebih serius.

Seorang dokter umum mungkin meresepkan obat yang disebut proton pump inhibitor (PPI) yang mengurangi berapa banyak asam yang dihasilkan lambung. Obat PPI meliputi:

  • Omeprazole
  • Lansoprazole

Kamu biasanya perlu minum obat jenis ini selama 4 atau 8 minggu, tergantung seberapa serius asam lambung kamu.

Kebiasaan yang harus dihindari untuk mencegah asam lambung naik saat puasa

Sementara untuk mencegah asam lambung naik saat puasa, sebaiknya hindari kebiasaan-kebiasaan buruk ini.

1. Jangan makan secara berlebihan

Makan secara berlebih bisa menyebabkan perutmu menjadi merasa mulas. Makanlah porsi sedang saat berbuka puasa.

Ini akan membantu menjaga perutmu agar tidak terlalu kenyang dan juga akan membantu mencegah produksi asam lambung yang berlebihan. Setengah porsi makanan pokok dari biasanya yang kamu makan dan beberapa kudapan kecil sudah cukup.

2. Jangan makan terlalu cepat

Ketika kamu makan terlalu cepat, sulit bagi sistem pencernaanmu untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Yang terjadi malah kamu bisa menderita pencernaan yang buruk, yang meningkatkan peluang mengalami mulas.

Beberapa cara untuk membantu kamu supaya saat makan tidak terlalu cepat adalah, kunyah makanan  dengan saksama sebelum menelan, telan ketika memang makanan sudah terasa halus.

Kunyah dengan menggunakan metode hitungan 20 atau 30 kali, sebelum mulut mengunyah makanan berikutnya. Masukkan makanan ke dalam mulut secukupnya, jangan sampai penuh hingga membuatmu kesusahan dalam mengunyah.

3. Makanan dan minuman yang harus dihindari

Ada beberapa makanan dan minuman yang layak bisa kamu jauhi, jika asam lambungmu tidak ingin cepat naik.

Beberapanya di antaranya adalah, makanan yang digoreng (berminyak), daging tinggi lemak, saus krim, produk susu murni, cokelat, permen, makanan pedas, dan produk berbasis tomat.

Hindari juga minuman yang berkafein, berkarbonasi, alkohol, jus jeruk, atau jus lemon.

4. Jangan langsung tidur setelah makan

Berbaring dengan perut penuh setelah makan dapat menyebabkan isi perut menekan lebih keras.

Tunggu setidaknya dua hingga tiga jam setelah makan untuk tidur. Hindari juga memakan camilan tidak sehat tengah malam.

5. Jangan merokok

Merokok dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, dan mulas adalah salah satunya. Hal ini terutama berlaku untuk kamu yang ingin mencegah asam lambung naik.

Merokok dapat meningkatkan produksi asam lambung. Ini juga dapat meningkatkan pergerakan garam empedu dari usus ke lambung, yang membuat asam lambung lebih berbahaya.

6. Hindari minuman beralkohol

Alkohol dapat meningkatkan jumlah asam yang dihasilkan lambung. Jika terpaksa, pilihlah bir atau minuman anggur non-alkohol. Hindari sebisa mungkin minuman yang mengandung alkohol.

Baca Juga: Para Gamer Online, Hati-Hati Penyakit Tangan Ini Mengintai Kamu

7. Jangan terlalu stres

Stres belum terbukti benar-benar menyebabkan mulas. Namun, hal itu dapat menyebabkan perilaku yang dapat memicu mulas. Selama masa-masa penuh tekanan, rutinitas terganggu, dan menjadikan kamu tidak teratur saat makan dan olahraga.

Penting untuk menemukan cara untuk meredakan stres, dan dengan demikian membuat mulas yang berhubungan dengan stres akan lebih kecil kemungkinannya bisa timbul.

Itulah beberapa hal yang bisa kamu lakukan dan hindari, untuk mencegah asam lambung naik saat puasa. Selamat mencoba, dan semoga lancar puasanya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Categories
Puasa

Ternyata Puasa Punya Sederet Manfaat bagi Kesehatan Otak

Berpuasa adalah salah satu ibadah yang diwajibkan bagi umat Muslim. Selain diharuskan menahan diri dari segala hawa nafsu, ada banyak manfaat puasa untuk kesehatan otak yang perlu kamu ketahui.

Mungkin hal ini tak banyak diketahui orang, ternyata banyak manfaat puasa untuk kesehatan tubuh kamu loh, simak ulasannya yuk!

Apa saja manfaat puasa untuk kesehatan otak?

  • Berpuasa memang pada dasarnya adalah suatu ibadah bagi para umat muslim selama bulan Ramadhan. Ternyata banyak manfaat puasa untuk kesehatan otak kamu loh. Kita ketahui bahwa otak memiliki tugas penting untuk mengatur kinerja di dalam tubuh kita.
  • Menurut buku Michael Mosley berjudul “The Fast Diet” berpuasa dapat membuat pelepasan faktor neutropik yang berada di otak.
  • Para ilmuwan di Amerika Serikat (AS) juga menemukan faktor neutotropik meningkat selama berpuasa sehingga dapat meningkatkan fungsi otak.

Puasa meningkatkan kognitif

Sebuah studi literatur yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients menyebut beberapa penelitian lawas mengungkapkan puasa dapat mencegah dan meningkatkan penyakit kognitif.

Beberapa penelitian disebut sudah menemukan manfaat ini baik pada percobaannya terhadap hewan maupun manusia.

Beberapa masalah kognitif yang disebutkan dalam penelitian tersebut antara lain penyakit Huntington, penyakit Parkinson hingga Alzheimer.

Selain itu, peneliti juga menemukan bukti penelitian lain yang menyebut puasa dapat menjadi terapi untuk penderita Multiple Sclerosis, sebuah penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat.

Kenapa puasa bisa bermanfaat bagi otak?

Sebuah artikel yang diterbitkan oleh Radboud Universiteit menyebut saat kamu berpuasa selama 6 jam saja, tubuh akan melepaskan lebih banyak lagi human growth hormone (HGH). 

Hormon ini memiliki peran penting dalam pembakaran lemak serta mengurangi inflamasi dalam tubuh. HGH juga menstimulasi proses penyingkiran dan penggantian komponen sel rusak yang tidak terpakai di tubuh (autophagy).

Nah, proses-proses yang dipicu puasa itu lah yang memberikan manfaat bagi otak. Di satu sisi, sel yang tidak rusak dan tidak terpakai di otak disingkirkan, di sisi lain ada juga penggantian sel yang lebih sehat dan berfungsi dengan baik di otak karena puasa ini.

Puasa juga meningkatkan level protein yang disebut brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Protein ini sangat penting untuk kesehatan otak, karena beberapa orang dengan masalah kognitif seperti demensia memiliki BDNF yang kurang.

Apa manfaat lain puasa selain untuk kesehatan otak?

Tidak hanya manfaat puasa untuk kesehatan otak saja, tetapi ada banyak manfaat lain yang sangat baik untuk kesehaan tubuh kamu loh. Apa saja manfaat lain puasa selain untuk kesehatan otak? Berikut ulasannya:

  • Meningkatkan kesehatan jantung

Ternyata menahan lapar dan haus selama bulan puasa sangat berdampak baik untuk kesehatan jantung kamu loh. Tanpa disadari kamu diharuskan untuk menahan hawa nafsu dalam diri.

Hal ini otomatis membuat kamu harus menahan emosi yang artinya kamu sudah menjaga detak jantung kamu tetap stabil sehingga terhindar dari serangan jantung. Selain itu, dengan puasa kamu dapat mengontrol asupan makanan kamu agar terhindar dari penyakit berbahaya seperti jantung.

Kamu diharuskan mengonsumsi juga makanan dengan gizi seimbang misalnya jangan terlalu banyak karbohidrat, perbanyak sayur dan buah yang mengandung banyak vitamin yang baik untuk tubuh.

  • Meningkatkan kontrol gula darah 

Pastinya saat berpuasa kamu mengonsumsi makanan yang terbatas saat berbuka puasa dan saat sahur. Hal ini menyebabkan kadar gula darah kamu  menjadi lebih rendah. Hal ini sangat baik bagi penderita diabetes untuk menjaga gula darah tetap stabil.

Sebaiknya kamu harus menjaga makanan yang kamu konsumsi saat berpuasa, misalnya mengonsumsi makanan manis yang alami seperti sayuran dan buah-buahan.

Selain itu dianjurkan menggunakan minyak yang mengandung lemak tak jenuh seperti minyak zaitun dan minyak granola.

  • Mencegah kanker

Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa puasa selama sebulan dipercaya dapat mencegah kanker. Ini Karena berpuasa dapat meningkatkan efektivitas obat kemoterapi pada pembentukan kanker.

Namun masih perlu penelitian lebih lanjut terkait bagaimana puasa dapat mempengaruhi perkembangan kanker.

  • Membantu penurunan berat badan

Pastinya bagi sebagian orang selain berpuasa juga memiliki tujuan lain seperti menurunkan berat badan. Tentunya selama berpuasa berat badan akan turun dengan sendirinya.

Selain itu. dibandingkan wanita, pria lebih berpotensi mengalami kekurangan berat badan. Hal ini dikarenakan komposisi lemak wanita lebih banyak dibandingkan pria.

  • Mengurangi inflamasi

Inflamasi pada dasarnya merupakan proses yang normal yang dihasilkan sistem imun untuk melawan infeksi. Akan tetapi, inflamasi kronis bisa menghadirkan konsekuensi keserhatan yang serius, lho!

Nah, sebagaimana disebutkan sebelumnya kalau puasa dapat mengurangi inflamasi, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition Research pun menyebutkan hal yang sama.

Dengan manfaat ini, maka puasa juga memberikan manfaat turunan lain seperti mencegah penyakit jantung, kanker dan radang di persendian yang cikal-bakalnya berasal dari inflamasi kronis.

  • Mencegah penuaan

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Gerontology menyebut puasa dapat menunda penuaan dan membuat masa hidup lebih panjang.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap tikus dan peneliti mencatat 83 persen kehidupan yang lebih panjang dialami oleh tikus yang berpuasa, dibandingkan dengan tikus-tikus yang tidak berpuasa.

Meskipun demikian, penelitian ini masih perlu dikaji lebih jauh lantaran baru dilakukan terhadap hewan saja.

  • Meningkatkan massa otot

Hormon HGH yang dilepaskan oleh tubuh ketika berpuasa tidak hanya berguna bagi kesehatan otak saja, lho! Hormon ini juga berperan penting untuk meningkatkan massa otot.

HGH sendiri merupakan hormon yang penting dalam pertumbuhan, metabolisme serta penurunan berat badan.Peningkatan level HGH selama puasa ini juga dibuktikan lewat penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Growth Hormone & IGF Research

Bagaimana menjaga tubuh sehat saat berpuasa?

Selain itu, kamu juga harus menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar selama puasa. Banyak cara yang dapat dilakukan seperti menjaga pola makan dan gizi yang seimbang, perbanyak air putih dan berfikir positif.

Ternyata banyak manfaat yang kita dapatkan ketika kita berpuasa. Yang paling penting kamu harus menjaga kondisi badan tetap fit dan jangan sampai terlalu lelah agar puasa lancar dan bermakna.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!