Categories
Puasa

Apakah Perlu Konsumsi Minuman Isotonik Saat Puasa?

Umumnya minuman isotonik identik sebagai minuman untuk atlet. Namun minuman isotonik juga diperkenalkan mampu membantu kamu menjalani puasa setiap hari selama bulan Ramadan. Benarkah kamu membutuhkan minuman isotonik saat puasa? 

Apa itu minuman isotonik? 

Melansir dari laman Live Strong, minuman isotonik adalah minuman yang dapat menggantikan nutrisi dan cairan dalam tubuh dengan cepat, serta membantu mencegah cedera dan penyakit terkait olahraga.

Cairan isotonik memiliki enam hingga delapan persen karbohidrat, termasuk glukosa yaitu sumber energi pilihan tubuh untuk berolahraga.

Minuman isotonik memiliki osmolalitas 280 hingga 330 mOsm/kg, ukuran jumlah partikel karbohidrat, elektrolit, pemanis, dan pengawet dalam suatu cairan. 

Peringkat osmolalitas minuman isotonik paling mendekati keseimbangan cairan alami tubuh, yang merupakan salah satu alasan mengapa minuman ini sangat populer di kalangan pelari dan atlet. 

Perlukah minuman isotonik saat puasa? 

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa minuman isotonik mengandung karbohidrat, mineral, dan elektrolit tinggi. Minuman ini sebenarnya diperuntukkan bagi para atlet, dan hal itu yang menjadi alasan mengapa minuman ini disebut sport drink

Kandungan mineral dan elektrolit dalam minuman isotonok berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang karena berkeringat.

Kemudian untuk kandungan karbohidrat berfungsi untuk memastikan kondisi asupan energi dalam tubuh. Tujuannya agar tubuh bisa terus melakukan aktivitas fisik berat. 

Para atlet yang memang memiliki aktivitas fisik berat tentu akan kehilangan banyak cairan. Lalu jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, akan langsung mengalami dehidrasi. Oleh sebab itulah, minuman isotonik jadi solusi bagi para atlet saat sedang beraktivitas. 

Tetapi hal itu sangat berbeda bagi kamu yang menjalani puasa. Umumnya saat menjalani puasa kamu akan tetap melakukan aktivitas normal seperti biasa dan tidak melakukan olahraga berat. 

Akibatnya tubuh kekurangan air tetapi tidak membutuhkan minuman isotonik setiap hari saat sahur atau berbuka puasa. Hal itu karena aktivitas yang dilakukan saat berpuasa bukan aktivitas berat seperti para atlet. 

Melansir penjelasan dari laman Health Harvard, ketika kamu merasa haus atau dehidrasi biasa, minum air putih adalah pilihan utama. 

Cara atasi dehidrasi saat puasa yang benar

Jadi demi menghindari dehidrasi selama menjalani puasa, minuman isotonik setiap hari saat sahur dan buka puasa tidak menjadi solusi yang baik. 

Kamu bisa menyiasatinya untuk menghindari dehidrasi selama puasa dengan asupan nutrisi yang seimbang saat sahur dan berbuka. Seperti penuhi banyak minum air putih, kurangi makanan asin, serta konsumsi buah dan sayur.

Baca juga: Suka Olahraga? Artinya Kamu Perlu Tahu Manfaat Minuman Isotonik Berikut Ini

Efek samping minuman isotonik jika dikonsumsi setiap hari 

Minuman isotonik memang lebih banyak mengandung zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh. Salah satunya seperti kandungan kafein, taurin, guarana, keratin, dan zat adiktif lainnya yang bermanfaat untuk menstimulasi kerja tubuh. 

Apabila dikonsumsi setiap hari tentu akan menimbulkan dampak buruk bagi tubuh seperti: 

Insomnia

Insomnia adalah ketidakmampuan untuk tertidur. Kebanyakan minuman berenergi mengganggu tidur setelah beberapa jam saat dikonsumsi. Zat utama dari sebagian besar minuman berenergi adalah kafein. 

Kafein adalah stimulan yang mempercepat aliran darah ke otak, sehingga membuat kamu lebih berenergi dan waspada.

Tentu saja konsumsi minuman ini setiap hari pada titik tertentu akan membuat kamu kesulitan tidur. Jadi perlu kamu ketahui untuk tidak mengonsumsi minuman isotonik 6-7 jam sebelum tidur.

Iritasi perut

Masalah pencernaan adalah efek samping yang umum dari mengonsumsi minuman berenergi atau isotonik. Umumnya akan merasakan mual. Gejala gastrointestinal lainnya seperti muntah, diare, kembung, dan sering buang air besar. 

Kandungan kafein juga memicu produksi asam klorida (HCL) di perut yang dapat menyebabkan mulas dan maag. Jika kamu menderita tukak lambung atau menderita penyakit gastroesophageal reflux, maka hindari konsumsi minuman isotonik setiap hari.

Efek kardiovaskular

Asupan minuman isotonik yang meningkat terkait dengan takikardia, yang umumnya dikenal sebagai detak jantung yang cepat. Meski para ahli mengatakan bahwa kondisi ini disebabkan oleh minuman energi dengan jumlah kafein yang tinggi dikonsumsi. 

Tetapi jika seseorang sensitif terhadap kafein, bahkan dalam jumlah sedang dapat menyebabkan detak jantung yang cepat. Mencampur minuman energi ini dengan stimulan lain seperti alkohol dapat meningkatkan risiko efek samping kardiovaskular.

Setelah menenggak sekaleng minuman isotonik, kamu mungkin merasa berenergi, tetapi tidak ada gunanya bagi jantung.

Minuman ini meningkatkan detak jantung, stres, dan penelitian mengungkapkan bahwa minuman berenergi juga ditemukan dapat membuat darah sedikit lebih kental. 

Untuk itu akan lebih baik untuk memahami komposisi minuman isotonik yang akan dan di konsumsi dan ketahui kondisi tubuh sebelum mengkonsumsinya ya…

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Categories
Info Sehat

Masih Muda Tapi Sering Lupa? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya Yuk!

Umumnya sifat pelupa atau mudah lupa disebabkan karena faktor usia dan dialami oleh orang yang sudah berusia lanjut. Tapi bagaimana jika masih mudah seringkali lupa?

Apa saja yang menjadi penyebab sering lupa di usia muda dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak informasinya berikut ini!

Penyebab sering lupa di usia muda 

Walaupun terkadang pelupa bisa menandakan suatu gejala penyakit tertentu, tetapi nyatanya tidak selalu seperti itu. Jika kamu lupa dalam waktu singkat dan kembali mengingatnya hal itu bisa karena beberapa faktor penyebab lain. 

Tak hanya pada orang yang sudah berusia lanjut, pelupa di usia muda juga bisa terjadi karena terlalu banyak hal yang harus dilakukan. Misalnya akibat melakukan banyak tugas, rentang perhatian berkurang hingga gagal menyerap informasi yang didapat. 

Seperti dilansir laman Web MD berikut ini beberapa faktor penyebab kamu sering lupa: 

Stres 

Ingatan dan emosi berhubungan erat. Depresi, stres, atau kecemasan dapat memengaruhi fokus seseorang. Ketika kamu tidak fokus, hal itu akan berdampak sehingga kamu tidak dapat mengingat sesuatu dengan baik.

Jika merasa sedih atau kehilangan minat pada hal-hal yang pernah kamu nikmati, temui ahli kesehatan mental untuk mendapatkan perawatan tepat. Antidepresan dan terapi bicara dapat membantu mengatasi depresi atau stres. 

Gangguan tiroid 

Kelenjar tiroid di leher menghasilkan hormon yang mengontrol seberapa cepat tubuh membakar makanan untuk energi.

Ketika tiroid menghasilkan terlalu sedikit hormon, kondisi tersebut disebut hipotiroidisme, yang artinya kinerja seluruh tubuh mulai melambat. Hal itu bisa membuat kamu merasa lelah, tertekan, dan pelupa.

Umumnya jika kamu melakukan pemeriksaan ke rumah sakit, dokter akan melakukan tes darah untuk memeriksa kadar hormon tiroid. Jika jumlahnya rendah, kamu akan dianjurkan untuk mengonsumsi obat hormon tiroid.

Konsumsi alkohol berlebihan

Dalam jumlah besar, alkohol mempersulit pembentukan ingatan baru atau penyimpanan informasi yang telah kamu ketahui atau pelajari.

Terlalu banyak minum alkohol dalam waktu singkat, bahkan bisa sampai membuat seseorang pingsan dan melupakan seluruh waktu. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang juga bisa membuat kehilangan ingatan permanen.

Cedera kepala

Jatuh, kecelakaan mobil, atau benturan keras lainnya di kepala bisa menyebabkan seseorang tidak dapat mengingat orang atau peristiwa tertentu. Bahkan jika cedera tersebut tidak membuat kamu tidak sadarkan diri, hal itu dapat menyebabkan hilangnya ingatan.

Bergantung pada seberapa parah pukulan di kepala, masalah memori mungkin hilang sementara atau permanen.

Kurang tidur

Kurang tidur mungkin merupakan penyebab terbesar dari sifat pelupa yang dialami seseorang. Tidur nyenyak yang terlalu sedikit juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan kecemasan, yang pada gilirannya berkontribusi pada masalah memori yang kamu miliki. 

Konsumsi obat-obatan

Obat penenang, antidepresan, beberapa obat tekanan darah, dan obat lain dapat memengaruhi daya ingat, biasanya dengan menyebabkan sedasi atau kebingungan.

Hal itu bisa membuat kamu sulit memperhatikan hal-hal baru. Bicaralah dengan dokter jika kamu curiga bahwa obat baru yang dikonsumsi memengaruhi ingatan dan fokus kamu.

Baca juga: Mulai Suka Lupa? Konsumsi 10 Makanan untuk Mencegah Demensia

Cara mengatasi mudah lupa dan sulit fokus

Sifat mudah lupa pada seseorang tentu tidak sama. Hal itu karena harus disesuaikan dengan penyebabnya. Bagi kamu yang mengalami lupa dan berlangsung lama sebaiknya segera melakukan pemeriksan ke dokter. 

Umumnya kamu akan dianjurkan untuk menjalankan serangkaian pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan fisik, pemeriksaan status mental, hingga pemeriksaan penunjang berupa tes darah, tes urine, dan pemeriksaan radiologi, seperti CT scan atau MRI otak.

Namun berikut ini ada beberapa cara sederhana untuk mengatasi dan mempertajam ingatan kamu seperti dilansir dari laman Mayo Clinic:

Lakukan aktivitas fisik dalam rutinitas harian 

Aktivitas fisik meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk otak. Cara ini mungkin membantu menjaga daya ingat tetap tajam.

Untuk sebagian besar orang dewasa yang sehat, direkomendasikan setidaknya 150 menit seminggu melakukan aktivitas aerobik sedang, seperti jalan cepat, atau 75 menit seminggu melakukan aktivitas aerobik berat, seperti joging – sebaiknya dilakukan sepanjang pekan.

Jika tidak punya waktu untuk olahraga penuh, lakukan 10 menit berjalan kaki sepanjang hari.

Tetap aktif secara mental

Sama seperti aktivitas fisik yang membantu menjaga tubuh tetap bugar, aktivitas yang merangsang mental membantu menjaga bentuk otak dan mungkin mencegah hilangnya memori. 

Beberapa cara agar tetap aktif secara mental yaitu mengerjakan teka-teki silang, mengambil rute alternatif saat mengemudi, belajar memainkan alat musik, hingga menjadi sukarelawan di sekolah atau organisasi komunitas setempat.

Bersosialisasi dengan lingkungan sekitar

Interaksi sosial membantu menangkal depresi dan stres yang keduanya dapat menyebabkan hilangnya ingatan. Cari kesempatan untuk berkumpul dengan orang yang dicintai, teman, dan orang lain terutama jika kamu tinggal sendiri.

Teratur dan membuat jadwal

Kamu lebih cenderung melupakan hal-hal jika rumah berantakan. Agar kamu lebih mudah mengingat hal-hal kecil coba untuk catat tugas, janji temu, dan acara lainnya di buku catatan, kalender, atau agenda elektronik khusus.

Kamu bahkan dapat mengulangi setiap informasi baru dengan mencatat jadwal untuk membantu memperkuatnya dalam ingatan. Pertahankan daftar tugas terkini dan centang tugas yang telah selesaikan.

Sementara itu, agar tak mudah lupa mencari barang, sediakan tempat yang sama untuk menyimpan dompet, kunci, kacamata, dan kebutuhan pribadi lainnya.

Cukupi kebutuhan tidur

Tidur memainkan peran penting dalam membantu kamu menyimpan ingatan, sehingga kamu dapat mengingatnya kembali. Prioritaskan tidur yang cukup. Kebanyakan orang dewasa membutuhkan 7-9 jam tidur sehari.

Apabila kamu khawatir tentang kehilangan memori, terutama jika memengaruhi kemampuan untuk menyelesaikan aktivitas sehari-hari, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Categories
Puasa

Hati-Hati, Ini Dampak Berbahaya bagi Tubuh jika Melewatkan Sahur!

Bagi sebagian orang, ada yang menganggap bahwa dirinya mampu melaksanakan ibadah puasa Ramadan tanpa mengonsumsi makanan saat sahur. Namun, perlu kamu ketahui bahwa sebenarnya hal ini justru berbahaya bagi tubuh. 

Apakah boleh melewatkan sahur saat puasa? 

Saat puasa, waktu sahur akan menjadi salah satu waktu makan utama dan akan menggantikan waktu sarapan. Oleh karena itu, pastikan bangun untuk sahur agar tubuh tetap mendapatkan asupan nutrisi yang sama seperti hari-hari biasanya. 

Perlu kamu ketahui, ketika melewatkan sahur hal itu dapat menekan sistem kekebalan tubuh dan berdampak buruk bagi kesehatan. Selain itu, manfaat sahur juga mampu menjaga laju metabolisme selama puasa seharian. 

Jika tidak, kamu akan merasa lemah dan lelah atau menderita gula darah rendah dan sembelit di siang hari.  Tanda-tanda umum kurang makan bisa termasuk merasa lelah, lebih sering sakit, rambut rontok, atau masalah kulit.

Dampak buruk tidak sahur saat puasa 

Berikut ini beberapa dampak berbahaya bagi tubuh apabila tidak sahur: 

Kelelahan 

Salah satu gejala yang paling jelas dan paling sering dialami apabila kamu tidak sahur yaitu terus-menerus merasa lelah.

Tubuh mendapatkan energinya dari kalori dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi seseorang. Tubuh membutuhkan sejumlah energi kalori untuk berfungsi dengan baik.

Jumlah kalori yang dibutuhkan untuk menjaga berat badan yang sehat akan bervariasi dari orang ke orang dan bergantung pada berbagai faktor, seperti ukuran tubuh, metabolisme, dan tingkat aktivitas fisik.

Ketika seseorang kurang makan, mereka mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang dibutuhkan tubuh. Tentu saja ini dapat berdampak pada tingkat energi, menyebabkan perasaan lelah fisik dan kelelahan mental, yang dapat mengganggu fungsi tubuh untuk beraktivitas normal.

Dehidrasi

Dampak lainnya yang paling sering dirasakan apabila kamu tidak sahur yaitu bisa mengalami dehidrasi. Ketika sahur, kebutuhan air dalam tubuh tentu saja akan terpenuhi. 

Tak selalu harus dari minum air, kebutuhan cairan dalam tubuh juga bisa dipenuhi dengan konsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya akan kandungan air. Apabila kamu menjaga agar cairan tubuh tetap terpenuhi, tubuh tidak akan dehidrasi selama puasa. 

Sembelit 

Makan terlalu sedikit kalori juga bisa menyebabkan sembelit. Orang dengan sembelit mengalami buang air besar lebih sedikit daripada orang lain. Mereka mungkin juga memiliki tinja yang lebih keras yang sulit atau menyakitkan untuk dikeluarkan.

Ketika seseorang kurang makan, tubuh mereka memiliki lebih sedikit makanan untuk diubah menjadi tinja, yang dapat menyebabkan sembelit. Sembelit berarti buang air besar kurang dari tiga kali per minggu.

Sistem kekebalan tubuh menurun 

Kurang makan juga bisa menyebabkan pola makan yang tidak seimbang. Ini dapat berarti bahwa tubuh seseorang tidak menerima cukup nutrisi khusus untuk memelihara sistem kekebalan yang sehat dan melawan penyakit.

Kondisi ini bisa membuat penyakit, seperti flu bertahan lebih lama dari yang seharusnya.

Menjaga asupan nutrisi yang sehat sangat penting bagi orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah, seperti anak kecil atau orang dewasa yang lebih tua.

Manfaat sahur bagi tubuh saat puasa 

Melansir penjelsan dari laman Healthline, bahwa selama bulan Ramadan makan besar yaitu di pagi hari sebelum matahari terbit atau disebut sahur dan setelah matahari terbenam di malam hari atau buka puasa.

Sahur sangat dianjurkan untuk tidak dilewatkan karena memiliki beberapa manfaat berikut ini: 

Mencegah dehidrasi saat puasa 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa ketika kamu melewatkan sahur hal itu akan menyebabkan dehidrasi yang parah. Namun, ketika sahur tentu saja kebutuhan cairan dalam tubuh akan terpenuhi. 

Perlu kamu ketahui jika kebutuhan cairan tubuh tidak terpenuhi dengan baik hal itu akan berdampak pada kesehatan tubuh karena mengalami dehidrasi. 

Terhindar dari rasa lelah yang terus-menerus 

Ketika melaksanakan sahur, tubuh akan mendapatkan energinya dari kalori dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi. Cadangan kalori dalam tubuh inilah yang membuat kamu tetap kuat puasa selama 12 jam lamanya. 

Cadangan kalori di dalam tubuh tersebut tentu akan berfungsi dengan baik.

Baca juga: Puasa Ramadan: Amankah jika Penderita Diabetes Mengonsumsi Kurma?

Menghindari penurunan berat badan yang drastis

Selama puasa, tubuh akan melakukan berbagai cara seperti memecah lemak dan protein yang kemudian dijadikan sebagai sumber energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Ketika berat badan kurang secara drastis karna asupan nutrisi yang buruk, risiko kamu menderita peyakit infeksi tentu akan lebih besar karena daya tahan tubuh pun secara otomatis juga berkurang. Oleh sebab itulah sahur sangat penting dilakukan untuk memenuhi asupan energi selama bulan puasa.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Categories
Puasa

Pola Tidur Berubah Saat Puasa? Simak Tips Menyikapinya Yuk!

Selain pola makan, perubahan pola tidur juga terjadi selama bulan puasa Ramadan. Banyak orang mengatakan bahwa selama siang hari saat berpuasa menjadi lebih cepat merasa kantuk. Lalu, bagaimana tips ampuh menyikapi perubahan pola tidur saat puasa? 

Benarkah ada perubahan pola tidur saat puasa? 

Melansir penjelasan dari Journal of Research Medical Science, diketahui bahwa puasa Ramadan dapat memengaruhi pola tidur seseorang. Perubahan pola tidur tersebut terjadi karena, umat Islam bangun untuk makan sahur dan sholat subuh selama Ramadan. 

Selama bulan Ramadan, umat Islam tidak makan dan minum mulai dari matahari terbit hingga terbenam. Menurut National Library of Medicine, melaporkan Ramadan memicu pemendekan total waktu tidur malam hari hingga 40 menit, peningkatan latensi tidur, dan penurunan durasi tidur. 

Selama studi yang sama, efek puasa Ramadan yang menimbulkan kantuk di siang hari juga diteliti lebih lanjut, dan hasilnya menunjukkan bahwa puasa Ramadan menyebabkan peningkatan subyektif dan obyektif kantuk siang hari terkait dengan perubahan suhu rektal. 

Bagaimana menyikapi perubahan pola tidur saat puasa? 

Adanya perubahan pola tidur selama bulan puasa Ramadan tentu membuat kamu harus beradaptasi kembali dengan kebiasaan baru. 

Demi menyikapi perubahan pola tersebut, berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan pola tidur yang baik bagi tubuh seperti dilansir dari laman Cleveland Clinic Abu Dhabi:

Usahakan cukup tidur di malam hari 

Tidur yang lebih lama tentu lebih bermanfaat daripada kamu harus beberapa kali tidur dengan waktu sebentar.

Usahakan untuk tidur setidaknya 4 jam di malam hari setelah berbuka puasa, sebelum bangun untuk sahur dan kembali tidur selama beberapa jam sebelum bangun untuk hari berikutnya.

Cobalah untuk mengatur pola tidur

Coba rencanakan rutinitas tidur yang disesuaikan untuk Ramadan sehingga kamu dapat tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari. Ini akan membantu tubuh mendapatkan ritme untuk tidur yang lebih nyenyak.

Jaga asupan makanan dan minuman 

Hindari makan makanan berat, berlemak, atau yang mengandung banyak gula saar berbuka puasa. Hal itu bisa menganggu saat kamu tidur karena tubuh bekerja lembur untuk mencerna makanan yang dikonsumsi. 

Selain itu, makanan yang sangat pedas juga bisa menjadi pilihan buruk karena juga bisa menimbulkan gas dan mulas saat kamu tidur. Menghindari kafein selama beberapa jam sebelum tidur juga dapat membantu kamu mendapatkan kualitas tidur yang nyenyak. 

Lingkungan tidur yang tepat

Tempat yang tenang dan gelap sangat ideal untuk tidur. Hindari menggunakan perangkat elektronik seperti ponsel, laptop, dan TV menjelang waktu tidur karena penelitian menunjukkan bahwa cahaya biru dari layar dapat mengganggu kualitas tidur.

Baca juga: Ini Lho Sejuta Manfaat Kurma bagi Kesehatan Selama Puasa

Apakah puasa baik untuk kesehatan?

Hasil studi yang dilansir dari Nutrition tentang efek puasa Ramadan bagi kesehatan beragam, mungkin karena lamanya puasa dan kondisi cuaca yang dialami berbeda-beda tergantung pada waktu dan negara tempat berpuasa. 

Beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang kelebihan berat badan atau obesitas mengalami penurunan berat badan dan lemak tubuh selama Ramadan (meskipun mereka cenderung mengembalikan berat badan setelah Ramadhan). 

Jika kamu kelebihan berat badan dan ingin menurunkan berat badan serta mempertahankannya, maka membuat rencana untuk menjaga pola makan yang sehat dan aktif saat Ramadan selesai dapat membantu mempertahankan berat badan yang turun karena puasa.

Puasa selama Ramadan juga memberi orang kesempatan untuk mengatur ulang metabolisme mereka, memaksa tubuh untuk bekerja lebih keras selama berjam-jam tanpa makanan dan minuman, menggunakan sumber lemak dan membuang racun.

Puasa juga bisa berdampak positif bagi produktivitas otak. Sebuah studi yang dilakukan menemukan bahwa puasa mendorong otak ke dalam keadaan stres.

Hal itu menghasilkan protein yang dikenal sebagai faktor neurotropik yang diturunkan dari otak- yang membantu mendorong peremajaan sel induk otak. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Categories
Puasa

Benarkah Konsumsi Makanan Tinggi Lemak Saat Sahur Bikin Lemas Seharian?

Saat sahur di pagi hari tentu banyak orang berpikir bahwa banyak mengonsumsi segala jenis makanan dapat membuat rasa lapar semakin berkurang. Namun bagaimana dengan mengonsumsi makanan tinggi lemak saat sahur?

Benarkah konsumsi makanan tinggi lemak saat sahur bikin lemas seharian? 

Saat sahur, nyatanya ada beberapa makanan justru tidak disarankan untuk terlalu banyak dikonsumsi. Alasannya karena dapat membuat sistem pencernaan kurang bekerja dengan baik dan membuat kamu merasa lemas. 

Lalu apakah benar, konsumsi makanan yang tinggi kandungan lemaknya dapat membuat tubuh lemas saat berpuasa? Simak penjelasannya yuk. 

Perlu kamu ketahui, bahwa sebenarnya lemas saat berpuasa disebabkan bukan hanya karena mengonsumsi makanan berlemak tinggi tetapi juga karena tidak ada asupan minum serta makan selama 12 jam lamanya. 

Tetapi, memang disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak yang tinggi saat sahur.

Seperti dilansir dari laman Healthline, alasannya karena tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mencernanya dan cenderung membuat begah sehingga membuat perut menjadi kembung. 

Lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna daripada makanan lain, dan lamanya waktu bervariasi berdasarkan jenis lemak yang kamu konsumsi.

Melansir penjelasan dari laman National Library of Medicine, makanan tinggi lemak memiliki efek yang lemah pada rasa kenyang.

Jika ingin membuat rasa kenyang lebih lama saat berpuasa justru disarankan untuk mengonsumsi makanan yang banyak mengandung protein dan karbohidrat.

Bagaimana tubuh mencerna lemak di dalam tubuh? 

Menurut Healthline, proses pencernaan lemak melibatkan serangkaian langkah yang dimulai saat makanan masuk ke mulut. Berikut ini sekilas prosesnya dari awal hingga akhir:

Mulut

Proses pencernaan dimulai saat kamu mulai mengunyah makanan. Gigi akan memecah makanan menjadi potongan-potongan kecil, dan air liur membasahi sehingga lebih mudah untuk bergerak melalui kerongkongan dan masuk ke perut.

Air liur juga mengandung enzim yang mulai memecah lemak dalam makanan.

Kerongkongan

Saat menelan, serangkaian kontraksi otot yang disebut peristaltik menggerakkan makanan melalui kerongkongan dan masuk ke perut.

Perut

Lapisan perut menghasilkan asam dan enzim yang memecah makanan lebih lanjut sehingga makanan bisa masuk ke usus kecil.

Usus halus

Mayoritas pencernaan lemak terjadi setelah mencapai usus kecil. Di sinilah sebagian besar nutrisi diserap. Pankreas menghasilkan enzim yang memecah lemak, karbohidrat, dan protein.

Hati menghasilkan empedu yang membantu mencerna lemak dan vitamin tertentu. Empedu ini disimpan di kantong empedu. Cairan pencernaan ini dikirim ke usus kecil Anda melalui saluran di mana semuanya bekerja sama untuk menyelesaikan pemecahan lemak.

Selama proses ini, lemak dan kolesterol dikemas menjadi partikel-partikel kecil yang disebut kilomikron.

Jumlah waktu yang dibutuhkan lemak untuk dicerna bervariasi dari orang ke orang serta antara pria dan wanita. Waktu transit rata-rata dari makan hingga buang air besar kira-kira 40 jam. Total waktu transit rata-rata 33 jam pada pria dan 47 jam pada wanita.

Baca juga: 6 Tips Makan Sahur Saat Terlambat Bangun Agar Kuat Puasa Seharian

Nutrisi penting yang harus dikonsumsi saat sahur 

Selama Ramadan, untuk memenuhi jumlah energi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh di siang hari selama berpuasa, kamu harus mengonsumsi makanan yang mengandung: 

  • Protein
  • Karbohidrat 
  • Vitamin
  • Mineral

Pastikan kamu harus minum cukup air. Pada saat yang sama, ini tidak berarti bahwa kamu harus makan semua yang dibutuhkan sekaligus selama sahur. 

Jika melakukan hal itu, tubuh justru tidak dapat memanfaatkan asupan energi sekaligus, yang dapat mengakibatkan penambahan berat badan. Ini karena metabolisme menyesuaikan dengan pola makan selama Ramadan.

Orang dewasa perlu minum 3 hingga 4 liter air sehari. Meski mendapatkan 40 persen jumlah ini dari makanan, jus buah, air mineral, teh, dan minuman lainnya, kamu tetap harus minum 1,5 dan 2,5 liter air sehari.

Artinya, kamu harus minum dua atau tiga gelas air setiap jam dari buka puasa hingga sahur, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Categories
Puasa

Benarkah Donor Darah Saat Puasa Berbahaya Bagi Tubuh?

Menjalankan ibadah puasa terkadang membuat tubuh menjadi lemas. Begitu juga kegiatan donor darah saat puasa, banyak orang enggan melakukannya.

Dilansir pmi.or.id, sebenarnya melakukan donor darah itu mempunyai beberapa fungsi bagi sang pendonor.

Fungsi tersebut seperti menjaga kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah merah, membantu menurunkan berat badan, mendapatkan kesehatan secara psikologis, hingga dapat mendeteksi penyakit serius.

Mengapa harus donor darah?

Dengan donor darah, kamu bisa membantu orang lain yang membutuhkannya. Sebab, tidak jarang saat kondisi pasien membutuhkan darah, Palang Merah Indonesia (PMI) atau rumah sakit tidak mempunyai stok darah yang mencukupi.

PMI sendiri menargetkan 4,5 juta kantong darah untuk bisa memenuhi pasokan nasional. Itu sesuai dengan standar World Health Organization (WHO) yang menetapkan bahwa pasokan kantong darah setidaknya berjumlah 2 persen dari jumlah atau total penduduk setiap harinya.

Apakah boleh melakukan donor darah saat puasa?

Menurut penjelasan dari Dr Ameen Hussain Al Amiri di Gulf News, donor darah saat puasa tetap diperbolehkan dan waktu paling idealnya ketika waktu buka puasa.

Tetapi harus ada beberapa hal juga yang harus kamu perhatikan karena saat puasa kita tidak ada asupan makan dan minum selama belasan jam.

Memang belum ada larangan untuk melakukan donor darah saat puasa. Meskipun demikian kamu juga harus berhati-hati karena bisa berisiko seseorang lemas bahkan hingga pingsan.

Seperti kita ketahui bahwa saat berpuasa seseorang harus menahan haus dan lapar selama belasan jam. Artinya sama sekali tak ada asupan gizi yang masuk sehingga energi yang ada pada tubuh akan sedikit berkurang.

Tak hanya itu saja, banyak orang juga berpotensi dehidrasi karena kekurangan cairan dalam tubuh.

Pasalnya saat berpuasa kamu tetap menjalankan aktivitas seperti biasa sedangkan cairan yang masuk tidak ada sama sekali. Hal tersebut dapat mengganggu sirkulasi darah.

Tips aman donor darah saat puasa

Ketika kamu ingin donor darah saat puasa, utamanya pastikan kamu memiliki tubuh yang sehat, ya. Hal itu penting diperhatikan karena unsur penting pada tubuh kamu akan ‘diambil’ alias darah.

Cukup lakukan hal sederhana, ketika sahur kamu sebagai pendonor harus memiliki asupan makan dan minuman yang cukup serta sehat. Salah satunya asupan yang banyak mengandung zat besi.

Menu sehat lainnya yang bisa kamu santap saat sahur ketika ingin donor darah saat puasa seperti daging merah, ayam, ikan, kacang dan biji-bijian serta produk susu.

Selain itu konsumsi banyak air putih juga sangat disarankan untuk menghindari terjadinya dehidrasi ketika ingin donor darah saat puasa.

Tak hanya sekadar asupan makan dan minum, kamu juga harus pastikan sudah beristirahat dengan cukup sebelumnya serta tidak dalam keadaan sakit. Pastikan kamu sudah masuk dalam kriteria standar kesehatan.

Pilihlah waktu pagi hari ketika tubuh masih bugar atau menjelang buka puasa. Hal tersebut demi menghindari hal-hal berisiko seperti pingsan ketika donor darah saat puasa.

Syarat donor darah saat puasa

Banyak orang yang bersedia untuk donor darah, tapi ternyata tidak semuanya bisa melakukannya. Sebelum donor darah, perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dulu untuk memastikan keamanan darah bagi penerima dan pendonor agar tetap sehat setelah proses donor.

Perlu kamu ketahui, badan atau instansi yang berwenang menyelenggarakan dan mengelola stok darah di Indonesia adalah PMI. Maka, persyarakatan untuk donor darah juga ditetapkan oleh PMI, yaitu:

  • Sehat jasmani dan rohani
  • Berusia 17 hingga 60 tahun (usia 17 tahun diperbolehkan menjadi pendonor bila mendapatkan izin tertulis dari orang tua)
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Temperatur atau suhu tubuh 36,6 – 37,5 derajat Celcius
  • Tekanan darah baik, yaitu sistole 110-160 mmHg, diastole 70-100 mmHg
  • Denyut nadi teratur, berada pada rentang 50-100 kali/menit
  • Memiliki hemoglobin minimal 12 gram untuk perempuan, sedangkan untuk laki-laki adalah 12,5 gram

Nah, semua syarat donor di atas adalah syarat untuk pemeriksaan awal. Kamu akan menjalani pemeriksaan lanjutan yaitu tes fisik dan golongan darah. Kemudian, petugas akan menilai apakah kamu bisa melakukan donor darah atau tidak.

Meski memenuhi persyaratan, kamu tidak bisa donor darah setiap saat. Setiap orang hanya bisa melakukan lima kali donor darah dengan jarak waktu sekurang-kurangnya 3 bulan sekali.

Orang yang tidak boleh mendonorkan darah

Ada beberapa kelompok orang yang tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya karena kondisi tertentu yang bisa membahayakan diri sendiri atau juga yang menerima donor, seperti:

  • Tidak mendapatkan izin dari dokter karena alasan kondisi kesehatan
  • Menderita kencing manis atau diabetes mellitus
  • Memiliki penyakit paru-paru dan gangguan jantung
  • Mengidap kanker
  • Menderita epilepsi dan sering kejang
  • Memiliki perdarahan abnormal atau kelainan darah lainnya
  • Mengidap sifilis
  • Penderita dan pernah menderita hepatitis B atau C
  • Kecanduan alkohol
  • Mengidap atau berisiko tinggi HIV/AIDS
  • Memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Ketergantungan narkoba

Selain itu, ada juga beberapa keadaan yang mengharuskan seseorang menunda mendonorkan darahnya, yaitu:

  • Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu
  • Dalam jangka waktu 6 bulan setelah melakukan tato dan tindik telinga
  • Dalam jangka waktu 72 jam setelah operasi gigi
  • Sedang hamil atau menyusui
  • Dalam jangka waktu 6 bulan setelah operasi kecil
  • Disuntik vaksin polio, influenza, difteri, tetanus dalam jangka waktu 24 jam sebelumnya

Banyak yang mengatakan bahwa wanita yang sedang menstruasi tidak bisa melakukan donor darah. Namun, sebenarnya donor darah masih bisa dilakukan jika tidak merasa sakit dan memenuhi standar hemoglobin yang dianggap aman.

Donor darah saat pandemi, aman atau tidak?

Saat pandemi, kekhawatiran terhadap hal-hal yang berkaitan tentang kesehatan pasti bertambah, termasuk soal donor darah. Sebenarnya, bolehkah donor darah di kala pandemi?

Menurut WHO, sampai saat ini, belum ada laporan penularan virus pernapasan melalui darah atau komponennya. Oleh karena itu, penularan COVID-19 dari darah atau komponen darah masih bersifat teoritis dan kemungkinan berskala minimal.

Karena belum ada bukti medis, maka dari itu diperlukan langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko penularan. Mulai dari edukasi kepada calon pendonor, karantina komponen darah, dan lain sebagainya.

Rutin donor darah membuat tubuh menjadi lebih sehat

Donor darah memang sebaiknya rutin kamu lakukan tujuannya agar dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Selain itu donor darah diketahui dapat membantu menurunkan kekentalan darah.

Semakin kental darah yang mengalir di dalam tubuh kamu, akan membuat semakin tinggi terjadinya gesekan antara darah dan pembuluh darah.

Gesekan yang terjadi itu sebenarnya dapat merusak sel-sel dinding pembuluh darah. Sangat berisiko terjadinya sumbatan di pembuluh darah.

Manfaat lainnya ketika kamu rutin melakukan donor darah dapat menurunkan kolestrol, risiko kanker, berat badan, dan masih banyak lagi.

Donor darah bisa membuat perasaan lebih bahagia

Tanpa kamu sadari ketika mendonorkan darah perasaan kamu akan jauh lebih bahagia. Pasalnya kamu akan merasa dapat menolong sesama dengan tubuh sendiri.

Ketika kamu melakukan donor darah secara rutin maksimal 5 kali dalam 2 tahun itu sama saja kamu menolong beberapa nyawa sekaligus.

Sebelum melakukan donor darah, sebaiknya tidur cukup dan ada baiknya menghindari donor darah saat haid. Kamu dapat mengkonsultasikan terlebih dahulu kondisi ini kepada petugas Palang Merah Indonesia (PMI) sebelum memulai donor darah.

Setelah membaca beberapa penjelasan di atas semoga dapat memotivasi kamu tetap melakukan donor darah saat puasa, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!