Categories
Kesehatan Mental

Depresi dan ingin Bunuh Diri Rentan Dialami Penyintas Stroke, Bagaimana Faktanya?

Bukan hanya pemulihan fisik saja yang penting diperhatikan bagi para penyintas stroke, melainkan juga kesehatan mental.

Sebuah studi melaporkan bahwa penyintas stroke rentan mengalami depresi dan melakukan percobaan bunuh diri. Bukan tanpa alasan, hal tersebut disebabkan oleh faktor tertentu.

Baca juga: Mengenal Psikoterapi Suportif, Berbicara sebagai Terapi untuk Mengutarakan Keresahan Hati

Mengenal stroke

Stoke adalah kondisi yang terjadi ketika suplai darah ke bagian otak terganggu atau berkurang, ini dapat menyebabkan jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup.

Stroke adalah keadaan darurat medis, perawatan yang tepat dan dilakukan dengan segera sangat penting.

Sebab, perawatan dini dapat mengurangi kerusakan otak dan komplikasi akibat stroke lainnya. ada dua penyebab utama dari stroke, yakni penyumbatan pada arteri (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).

Kondisi ini bisa menimbulkan beberapa gejala, di antaranya adalah:

  • Kesulitan berbicara
  • Kelumpuhan atau mati rasa pada wajah, lengan, atau bahkan kaki
  • Gangguan penglihatan
  • Sakit kepala
  • Gangguan keseimbangan atau koordinasi.

Baca juga: Mengenal Gejala Stroke Batang Otak

Studi yang dilakukan

Berdasarkan sebuah ulasan yang diterbitkan dalam jurnal American Heart Association (AHA), penyintas stroke rentan mencoba bunuh diri atau meninggal karena bunuh diri, dibandingkan mereka yang tidak pernah mengalami stroke.  

Mengenai ulasan yang diterbitkan tersebut, peneliti memeriksa data dari 23 studi yang diterbitkan sebelumnya dengan total lebih dari 2 juta penyintas stroke.

Peneliti menemukan bahwa sekitar 5.563 orang dalam penelitian tersebut melakukan percobaan bunuh diri atau meninggal akibat bunuh diri.

Jika dibandingkan dengan orang-orang yang tidak pernah mengalami stroke, penyintas stroke 2 kali lipat lebih rentan melakukan percobaan bunuh diri.

Apa penyebabnya?

Penulis utama dalam studi tersebut, yakni Manav Vyas, MBBS, menjelaskan bahwa penyintas stroke memiliki konsekuensi kesehatan fisik, kognitif, dan mental yang dapat membuat mereka rentan melakukan percobaan bunuh diri.

Beberapa bulan pertama setelah penyembuhan stroke merupakan fase paling krusial untuk memantau kesehatan mental penyintas stroke. Studi menemukan bahwa beberapa tahun setelah berlalunya stroke, risiko bunuh diri menurun hingga 3 persen.

Akan tetapi, studi tidak melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai apa yang menyebabkan risiko bunuh diri meningkat setelah stroke atau penurunan risiko seiring berjalannya waktu.

Kemungkinannya adalah terdapat beberapa faktor berperan, termasuk tingkat keparahan atau riwayat kondisi mental sebelumnya.

Penyintas stroke juga rentan mengalami depresi

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Stroke menemukan bahwa sekitar 1 dari 3 penyintas stroke mengalami depresi. Bahkan, setelah 5 tahun penyembuhan stroke, lebih dari 1 dari 5 penyintas stroke mengalami depresi.

Studi lain yang diterbitkan di Journal of Neurology, Neurosurgery, and Psychiatry menemukan bahwa depresi adalah salah satu faktor pemicu terbesar dari percobaan bunuh diri pada penyintas stroke.

Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa hampir 1 dari 8 penyintas stroke berpikir bunuh diri.

Jika dibandingkan dengan penyintas stroke yang tidak pernah mengalami depresi, seseorang dengan riwayat depresi memiliki risiko hampir 7 kali lipat lebih tinggi. Stroke berulang, keterbatasan fisik atau kognitif yang lebih parah juga memiliki risiko lebih tinggi untuk berpikiran bunuh diri.

Terkait dengan hal ini, Vyas mengataskan, “Banyak penderita stroke mungkin tidak dapat mengkomunikasikan perasaan mereka karena kekurangan bahasa setelah stroke. Sehingga penting untuk mengevaluasi suasana hati mereka dan menyaring depresi dan pikiran untuk bunuh diri.”

Gejala depresi pascastroke

Penting diketahui bahwa stroke dapat memicu perubahan kimiawi di otak yang menghalangi kemampuan merasakan emosi positif dan memperkuat perasaan negatif. Pada penyintas stroke, terdapat beberapa gejala lain yang patut diperhatikan, di antaranya adalah:

  • Perasaan sedih atau khawatir yang terus menerus terjadi
  • Merasa putus asa atau tidak berdaya
  • Penurunan minat pada hobi atau aktivitas sebelumnya yang disukai
  • Kelelahan
  • Kesulitan dalam berkonsentrasi
  • Insomnia
  • Perubahan pada nafsu makan dan berat badan.

Bagaimana cara menanganinya?

Tekait dengan laporan tersebut, memerhatikan kesehatan mental pada penyintas stroke penting dilakukan.

Ada beberapa terapi yang dapat membantu membangun kembali keterampilan yang bisa dilakukan oleh penyintas stroke. Seperti terapi wicara untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, terapi fisik yang ditujukan untuk membangun kembali koordinasi dan gerakan.

Tak hanya itu, terapi okupasi juga dapat membantu membangun kembali kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Apabila depresi tidak segera ditangani, ini dapat menyulitkan proses rehabilitasi bagi penyintas stroke.

Maka dari itu, pengobatan depresi juga penting untuk dilakukan. Selain itu, peran serta dukungan dari keluarga juga sangat dibutuhkan.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Categories
Info Parenting

Harus Dilakukan dengan Hati-hati, Begini Cara Membersihkan Hidung Bayi yang Tepat

Cara membersihkan hidung bayi tentu saja harus dilakukan secara berhati-hati. Kotoran yang menumpuk atau lendir berlebih pada hidung dapat menyumbat saluran pernapasan.

Hidung tersumbat adalah salah satu kondisi yang bisa terjadi pada bayi. Bayi memiliki saluran hidung yang sempit, apabila saluran hidung si Kecil tersumbat, tentunya ini dapat menyebabkannya merasa tidak nyaman karena dapat memengaruhi pernapasan.

Membersihkan saluran hidung dapat membantu bayi bernapas dengan baik, serta mengurangi kemungkinan infeksi. Lantas, bagaimana cara membersihkan hidung bayi yang benar?

Baca juga: 7 Tips Sukses Membimbing Anak Kidal Agar Lebih Percaya Diri

Cara membersihkan hidung bayi

Hidung tersumbat dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya saja pilek, flu, penumpukan lendir, atau perubahan cuaca. Lendir berlebih dapat mengering dan menghalangi saluran hidung. Maka dari itu penting bagi Moms untuk membersihkan hidung si Kecil dengan benar dan tepat.

Nah, berikut ini adalah beberapa cara membersihkan hidung bayi yang perlu Moms ketahui.

1. Nasal spray

Nasal spray dapat digunakan pada kasus lendir hidung bayi yang terlalu kental atau sumbatan yang telalu keras untuk dikeluarkan. Moms bisa membeli nasal spray atau larutan nasal yang dikhususkan untuk bayi.

Namun, Moms juga bisa membuat larutan nasal dengan cara mencampurkan 1 cangkir air hangat dengan ¼ sendok teh garam. Perlu diingat bahwa Moms tidak boleh menggunakan obat semprot hidung untuk bayi Moms hanya boleh menggunakan saline saja.

Karena hidung bayi lebih kecil dibandingkan dengan orang dewasa, Moms tidak perlu telalu banyak menggunakan larutan saline untuk membuat nasal spray bekerja. Berikut ini adalah cara menggunakan nasal spray yang perlu Moms ketahui:

  • Baringkan bayi pada posisi telentang
  • Dengan penetes hidung, teteskan 3-4 tetes ke setiap lubang hidung
  • Tunggu beberapa saat untuk membiarkan larutan nasal spray bekerja
  • Jika larutan nasal spray atau tetes hidung keluar dari hidung bayi, seka perlahan dengan kain lembut atau tisu
  • Miringkan bayi pada posisi menyamping atau tengkurap, biarkan hidung mengering. Kemudian, bersihkan secara perlahan

2. Bulb syringe atau spuit

Cara membersihkan hidung bayi selanjutnya adalah menggunakan bulb syringe. Bulb syringe sendiri merupakan alat yang terbuat dari karet dan dibuat khusus untuk membersihkan hidung bayi.

Apabila bayi mengelami pilek dengan konstitensi lendir yang cair, Moms tidak perlu menggunakan saline drops.

Namun, jika lendir memiliki konstitensi yang keras, Moms perlu melunakkannya terlebih dahulu dengan menggunakan 1-2 tetes saline drops pada lubang hidung anak sebelum menggunakan bulb syringe.

Jika memungkinkan, gunakanlah bulb syringe pada bayi ketika ia sudah rileks. Berikut ini adalah cara membersihkan hidung bayi dengan menggunakan bulb syringe seperti dikutip dari laman Nationwide Children’s.

  • Sebelum menggunakan bulb syringe, Moms harus mencuci tangan terlebih dahulu
  • Baringkan bayi pada posisi telentang
  • Untuk menggunakan bulb syringe, Moms dapat menekan bagian pompa, hingga udara keluar dan tahan
  • Tempatkan ujung spuit ke dalam lubang hidung bayi dengan hati-hati
  • Lepaskan pompa secara perlahan. Ini dapat membantu untuk mengeluarkan lendir
  • Buang ingus atau lendir dari hidung bayi
  • Moms dapat menggunakan cara yang sama untuk sisi hidung yang lainnya

Perlu diingat bahwa Moms perlu membersihkan bulb syringe secara menyeluruh di antara penggunaan. Ini dilakukan untuk menghindari paparan bakteri. Untuk melakukannya, Moms dapat menggunakan air hangat dan sabun.

Moms juga tidak boleh menggunakan bulb syringe lebih dari 3-4 kali sehari, ini dilakukan untuk mencegah peradangan atau mimisan akibat iritasi.

Baca juga: Si Kecil Suka Mengunyah Mainan, Apakah Normal?

3. Uap air

Kelembapan dan kehangatan dari uap air dapat membantu meredakan hidung tersumbat. Sebagai cara membersihkan hidung bayi dengan uap air, Moms dapat menyiapkan air hangat pada wadah di dalam kamar mandi dan membiarkan uap dari air tetap terjaga.

Kemudian, duduk bersama dengan bayi di dekat uap air hangat selama beberapa menit. Ini dapat membantu mengencerkan dan membersihkan hidung tersumbat.

4. Menggunakan humidifier

Bayi rentan mengalami hidung tersumbat pada saat cuaca dingin, yang mana ini juga dapat meningkatkan sekresi lendir. Dikutip dari Web MD, humidifier bisa meningkatkan tingkat kelembapan di dalam rumah.

Nah, itulah beberapa cara membersihkan hidung bayi. Untuk mengetahui informasi lainnya seputar cara membersihkan hidung bayi dengan aman, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter, ya Moms!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Categories
Kesehatan Wanita

Makanan Pantangan Kista Payudara yang Perlu Dihindari, Wanita Wajib Tahu!

Kista payudara adalah salah satu penyebab paling umum dari benjolan di payudara. Pada sebagian kasus, kista dapat menyebabkan gejala yang tidak nyaman. Untuk meredakan gejala, ada beberapa makanan pantangan kista payudara yang sebaiknya dihindari, apa saja?

Baca juga: Apakah Penyakit Kista Payudara Dapat Meningkatkan Risiko Kanker?

Mengenal kista payudara

Kista payudara (breast cyst) adalah kantung berisi cairan yang terdapat di dalam payudara. Selain itu, kista payudara dapat berkembang di salah satu atau kedua payudara.

Kista payudara bersifat non-kanker (jinak). Diperkirakan kista payudara berkembang ketika payudara mengalami perubahan seiring bertambahnya usia akibat perubahan pada kadar hormon. Kista payudara dapat memengaruhi wanita pada segala usia.

Namun, kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita yang belum memasuki masa menopause, biasanya berusia di bawah 50 tahun.

Gejala kista payudara

Berikut ini adalah tanda dan gejala kista payudara yang perlu kamu ketahui.

  • Benjolan yang berbentuk bulat atau oval dan mudah untuk digerakkan
  • Keluarnya cairan dari puting susu yang berwarna bening, kuning, kekuningan, atau coklat tua
  • Rasa nyeri di area benjolan payudara
  • Peningkatan ukuran benjolan payudara dan nyeri payudara tepat sebelum menstruasi
  • Penurunan ukuran benjolan payudara dan gejala lain setelah menstruasi

Apa penyebab kista payudara?

Perlu kamu ketahui bahwa masing-masing payudara memiliki lobus jaringan kelenjar, yang tersusun seperti kelopak bunga aster. Lobus dibagi menjadi lobulus yang lebih kecil yang memproduksi susu selama masa kehamilan dan menyusui.

Jaringan pendukung yang membentuk payudara terdiri dari jaringan lemak dan jaringan ikat fibrosa. Nah, kista payudara dapat berkembang karena penumpukan cairan di dalam kelenjar payudara.

Pada dasarnya, penyebab pasti kista payudara masih belum diketahui. Namun, disebutkan bahwa kondisi ini mungkin berkembang akibat perubahan hormonal dari menstruasi.

Baca juga: 9 Faktor Penyebab Puting Payudara Mengeras, Berbahayakah?

Makanan pantangan kista payudara

Berdasarkan Breast Cancer Now, kebanyakan kista sembuh dengan sendirinya. Namun, penting juga bagi kamu untuk menerapkan gaya hidup sehat untuk meredakan gejala yang ditimbulkan oleh kista, misalnya saja dengan menghindari atau membatasi konsumsi makanan tertentu.

Nah, berikut ini adalah beberapa makanan pantangan kista payudara yang perlu kamu ketahui.

1. Makanan dengan kandungan lemak jenuh

Makanan pantangan kista payudara pertama yang sebaiknya dihindari adalah makanan yang mengandung lemak jenuh. Brown University melaporkan bahwa terdapat keterkaitan antara lemak jenuh dan penyakit payudara fibrokistik (fibrokistik payudara).

Fibrokistik payudara sendiri terdiri dari jaringan yang terasa kenyal atau seperti kumpulan tali. Ketika diperiksa di bawah mikorskop, jaringan fibrokistik payudara mencakup beberapa komponen, salah satunya adalah kantung bulat atau oval berisi cairan (kista).

Asupan lemak jenuh yang meningkat dapat menyebabkan risiko kondisi tersebut lebih tinggi. Maka sebaiknya hindarilah makanan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi, seperti daging berlemak atau produk susu tinggi lemak.

2. Makanan dengan kandungan garam yang tinggi, salah satu makanan pantangan kista payudara

Makanan pantangan kista payudara selanjutnya adalah yang memiliki kandungan garam tinggi. Women’s Health Network mengatakan bahwa mengurangi kadar garam dalam makanan dapat membantu mengurangi cairan yang tertahan dan ukuran kista.

Apabila kamu ingin menggunakan garam pada makanan, sebaiknya pilihlah garam beryodium dibandingkan dengan garam yang tidak beryodium.

Sebab, menurut University of Maryland Medical Center, kekurangan yodium telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kista payudara. Seperti dikutip dari Livestrong.com.

3. Daging merah

Menurut American Cancer Society, seperti dikutip dari Medical News Today, kista sederhana tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Namun, ada kemungkinan kecil bahwa kista kompleks mungkin mengandung kanker atau meningkatkan risiko kanker di kemudian hari, bergantung pada hasil biopsi.

Untuk mencegah hal tersebut, terdapat makanan yang meningkatkan risiko kanker dan harus dihindari, seperti daging merah.

Beberapa penelitian telah menemukan keterkaitan antara daging merah dan peningkatan risiko kanker payudara, terutama jika dimasak pada suhu tinggi, yang mana dapat memicu pelepasan racun.

Selain makanan, ini minuman pantangan kista

Tak hanya makanan saja yang harus dihindari konsumsinya, akan tetapi kamu juga harus mengetahui minuman pantangan kista payudara, seperti minuman berkafein. Studi memang belum menunjukkan kaitan antara kafein dan kista payudara.

Namun, beberapa wanita dengan kondisi ini menemukan gejala mereda setelah menghindari konsumsi kafein. Oleh karena itu, kamu juga dapat mempertimbangkan untuk membatasi atau menghindari kafein dalam minuman, atau dalam makanan, seperti cokelat.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai makanan dan minuman pantangan kista payudara, Jika kamu memiliki pertanyaan lainnya seputar makanan atau minuman yang harus dihindari atau dibatasi konsumsinya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Categories
Info Parenting

Bayi Ngorok saat Tidur, Apa Penyebabnya?

Bayi ngorok atau mendengkur bisa disebabkan oleh faktor tertentu. Pada beberapa kasus, bayi ngorok merupakan hal yang normal. Namun, bayi ngorok juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu yang perlu Moms waspadai.

Nah, agar Moms lebih memahami mengenai penyebab bayi ngorok. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Moms Wajib Tahu, Bolehkah Bayi Minum Air Kelapa?

Normalkah jika bayi ngorok?

Bayi yang baru lahir terutama ketika sedang tidur seringkali bernapas dengan mengeluarkan suara yang terdengar seperti ngorok atau dengkuran. Dilansir dari Healthline, dalam kebanyakan kasus, suara ini bukanlah merupakan suatu tanda berbahaya.

Perlu Moms ketahui bahwa saluran hidung pada bayi yang baru lahir berukuran sangat kecil, sehingga ketika hidungnya kering atau terdapat lendir berlebih pada hidung dapat membuat si Kecil mendengkur atau bernapas dengan mengeluarkan suara.

Terkadang, suara bernapas yang terdengar seperti dengkuran hanya sekadar cara mereka bernapas pada saat baru lahir. Akan tetapi, ketika si Kecil bertambah usia, pernapasan pada bayi yang baru lahir biasanya lebih tenang atau tidak mengeluarkan suara.

Baca juga: Bolehkah Bayi Tidur Tengkurap? Setiap Orang Tua Perlu Tahu Fakta Ini

Bayi ngorok juga bisa menandakan kondisi tertentu

Kebanyakan bayi berhenti mendengkur pada saat mereka tumbuh dewasa. Namun Moms harus mewaspadai jika bayi terus-menerus ngorok, disertai gejala lain, atau bahkan ngorok masih dialami si Kecil bahkan hingga ia sudah berusia 6 bulan atau lebih.

Sebab, hal tersebut bisa mengindikasikan kondisi medis tertentu, seperti:

1. Hidung tersumbat

Hidung tersumbat juga bisa menjadi penyebab dari bayi ngorok. Jika ini menjadi penyebabnya, hidung tersumbat dapat ditangani dengan menggunakan saline drops.

Pada saat bayi tumbuh, ukuran lubang hidung dapat meningkat dan masalah mendengkur atau ngorok biasanya mereda seiring dengan pertambahan usia si Kecil.

Meskipun demikian, jika bayi terus mendengkur dan hidung tersumbat masih dialami si Kecil atau gejalanya memburuk Moms harus segera berkonsultasi dengan dokter.

2. Deviasi septum

Deviasi septum adalah suatu kondisi di mana septum hidung atau tulang yang membagi rongga hidung menjadi dua bagian miring ke satu sisi, sehingga menyebabkan satu lubang hidung berukuran lebih besar dibandingkan pada sisi lainnya.

Deviasi septum dapat menyebabkan kondisi lain, sepeti mendengkur atau hidung tersumbat.

3. Laringomalasia

Penyebab bayi tidur mendengkur selanjutnya adalah laringomalasia. Kondisi ini menyebabkan pelunakan pada jaringan kotak suara (laring).

Struktur laring yang abnormal menyebabkan jaringan berada di atas pembukaan jalan napas dan menyebabkan sebagian saluran pernapasan tertutupi.

Biasanya, kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya ketika si Kecil berusia 18-20 bulan. Namun jika laringomalasia berlangsung parah dapat mengganggu pernapasan atau aktivitas makan.

4. Pembengkakan adenoid dan amandel (tonsil)

Adenoid adalah jaringan getah bening yang terletak di antara hidung dan tenggorokan. Sedangkan, amandel adalah dua bantalan jaringan getah bening yang berada di bagian belakang tenggorokan.

Baik adenoid maupun amandel memiliki fungsi untuk melindungi anak dari infeksi dengan cara menjebak virus dan bakteri. Meskipun memiliki fungsi yang penting, adenoid dan amandel juga bisa terinfeksi dan mengalami pembengkakan, sehingga dapat menghalangi aliran udara saat si Kecil tidur.

Terkadang pada balita, adenoid dan amandel dapat mengalami pembengkakan tanpa penyebab yang jelas. Namun, kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya ketika anak memasuki usia 7 atau 8 tahun.

5. Sleep apnea

Dikutip dari laman Firstcry.com, sleep apnea juga merupakan kondisi yang bisa menyebabkan bayi ngorok, terutama pada bayi yang berusia di bawah 1 tahun. Sleep apnea sendiri adalah kondisi yang terjadi ketika pernapasan berhenti sementara saat tidur.

Pada sleep apnea tenggorokan dapat menutup saat menarik napas, sehingga ini menyebabkan suara dengkuran.

Pada bayi yang lahir prematur, apnea juga bisa menjadi penyebab bayi mendengkur saat tidur. Bayi prematur rentan mengalami gangguan kesehatan, termasuk masalah pada sistem pernapasan. Sebab, sistem pernapasan si Kecil belum befungsi secara maksimal.

Itulah beberapa informasi mengenai penyebab bayi tidur mendengkur atau ngorok. Apabila bayi ngorok disertai dengan gejala lainnya atau frekuensinya lebih sering terjadi, sebaiknya segeralah hubungi dokter, ya Moms.

Sebab, seperti yang sudah dijelaskan bahwa, bayi ngorok juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Jika Moms memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Categories
Info Sehat

Pemasangan Pen untuk Patah Tulang, Adakah Risiko atau Efek Sampingnya?

Patah tulang adalah suatu kondisi yang harus mendapatkan penanganan dengan segera. Pemasangan pen tulang adalah salah satu prosedur yang dapat dilakukan untuk menangani patah tulang dalam kasus tertentu.

Sebagai tujuan dari pengobatan, penting agar tulang dapat kembali berfungsi dengan baik dalam posisi normalnya. Lalu, apa saja manfaat pemasangan pen tulang? Bagaimana prosedurnya? Serta adakah risiko dan efek samping yang dapat ditimbulkan?

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai prosedur pemasangan pen, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Ciri-ciri Patah Tulang yang Wajib Kamu Ketahui, Apa Saja?

Mengenal pen tulang

Pemasangan pen. Sumber foto: https://orthoinfo.aaos.org/

Pen atau implan yang digunakan untuk menangani patah tulang adalah alat yang terbuat dari logam, biasanya dari stainless steel atau titanium. Pemasangan pen atau implan digunakan untuk menjaga posisi tulang yang patah agar tetap berada pada posisi normal.

Namun, jika prosedur yang dilakukan melibatkan penggantian sendi, implan juga dapat dibuat dari bahan lain, seperti kobalt atau krom. Implan aman digunakan oleh tubuh, sehingga jarang menimbulkan reaksi alergi.

Pemasangan pen tulang hanya dilakukan untuk menangani kasus patah tulang yang parah atau berlangsung serius yang mana tidak bisa ditangani dengan menggunakan gips atau belat.

Biasanya ini meliputi cedera tulang yang berpindah posisi, tidak stabil, atau patah tulang yang melibatkan sendi.

Dalam ortopedi, terdapat dua jenis implan, yakni bersifat permanen atau sementara. Pada implan permanen, ini akan dipertahankan dalam jangka panjang. Biasanya terdiri dari penggantian sendi pinggul, lutut, atau sendi lain.

Sementara itu, implan yang bersifat sementara akan diangkat setelah beberapa bulan atau tahun. Sebelum proses pengangkatan implan dilakukan, dokter akan memastikan bahwa tulang sudah benar-benar menyatu melalui pemeriksaan rontgen.

Manfaat pemasangan pen tulang

Pada kasus patah tulang, terdapat beberapa perawatan yang dapat dilakukan. Dokter akan menentukan pilihan perawatan yang tepat berdasarkan faktor tertentu, seperti tingkat keparahan dan lokasi patah tulang.

Pemasangan pen tulang dilakukan melalui prosedur operasi. Tulang yang patah harus distabilkan atau disangga hingga tulang cukup kuat untuk menahan beban dan gerakan tubuh.

Pemasangan pen tulang sendiri bertujuan untuk menstabilkan tulang yang retak atau membantu tulang sembuh dalam posisi yang tepat. Tak hanya itu, manfaat pemasangan pen atau implan lainnya dapat meliputi:

  • Menyambungkan kembali tulang yang patah
  • Mempertahankan stabilitas tulang dan sendi
  • Penggantian sendi yang mengalami kerusakan

Dikutip dari laman OrthoInfo, pemasangan pen juga memungkinkan rawat inap dalam jangka waktu yang lebih singkat, sehingga memungkinkan tulang berfungsi secara normal lebih awal.

Selain itu, prosedur ini juga dapat membantu mengurangi risiko nonunion (proses penyembuhan yang berhenti) serta malunion (penyatuan tulang dalam posisi yang tidak normal).

Baca juga: Jangan Panik, Begini Pengobatan Patah Tulang yang Benar

Prosedur pemasangan pen tulang

Sebelum prosedur dilakukan, ada beberapa tahapan yang perlu dilalui. Berikut adalah penjelasan masing-masing mengenai proses pemasangan pen tulang.

Pemeriksaan dokter

Dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Pada saat pemeriksaan oleh dokter, beritahukan dokter mengenai riwayat kesehatan, operasi yang pernah dijalani sebelumnya, dan obat-obatan yang tengah dikonsumsi.

Tes pencitraan untuk melihat lokasi terjadinya patah tulang juga akan dilakukan, misalnya saja seperti pemeriksaan X-Ray, computerized tomography scan (CT Scan), magnetic resonance imaging (MRI) scan.

Sebelum operasi dilakukan, kamu akan diminta untuk berpuasa selama beberapa jam, terutama jika kamu akan menjalani operasi dengan anestesi umum.

Selama prosedur operasi

Sesaat sebelum operasi dilakukan, anestesi umum akan diberikan, sehingga nantinya pasien tidak akan merasakan sakit selama prosedur dilakukan. Kemudian, dokter bedah akan membuat sayatan dan mengembalikan tulang pada posisi normal.

Setelahnya, tulang akan disatukan dengan implan khusus seperti batang logam, sekrup, atau pelat yang berfungsi untuk menahan tulang. Jenis implan yang digunakan bergantung pada lokasi dan jenis fraktur.

Setelah pemasangan pen dilakukan, dokter akan menutup sayatan dengan jahitan atau staples. Kemudian, dokter akan membalut luka dengan kasa dan memasangkan gips atau belat pada area tulang yang terkena.

Untuk waktu proses pemulihannya sendiri, biasanya berlangsung 6-8 minggu. Namun, jangka waktu tersebut dapat bervariasi dan bergantung dari jenis fraktur dan lokasi terjadinya patah tulang.

Risiko dan efek samping pemasangan pen tulang

Pada dasarnya, risiko dari pemasangan pen tulang dapat dikatakan rendah dan jarang terjadi. Meskipun terdapat risiko, dikutip dari Healthline, risikonya dapat termasuk reaksi alergi terhadap anestesi, perdarahan, serta infeksi.

Namun, kamu bisa mengurangi risiko tersebut dengan selalu mengikuti instruksi yang diberikan oleh dokter sebelum dan setelah operasi dilakukan.

Sementara itu, efek samping yang seringkali dikeluhkan adalah rasa sakit dan ngilu di area tulang yang dipasangkan pen pada suhu udara yang dingin.

Itulah beberapa informasi mengenai pemasangan pen tulang. Untuk mengetahui informasi lainnya mengenai prosedur pemasangan pen, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Categories
Info Sehat

Mi Instan Disebut-sebut Dapat Menyebabkan Tumor Payudara, Benarkah?

Mi instan menjadi kegemaran banyak orang. Namun, terlalu sering makan mi instan dikatakan bisa menyebabkan tumor di payudara. Bagaimana faktanya?

Belum lama ini terdapat sebuah video viral di TikTok mengenai kisah seorang gadis yang didiagnosis terkena fibroadenoma (FAM). Dalam video tersebut, ia menceritakan bahwa kondisinya disebabkan oleh kebiasaannya dalam mengonsumsi makanan pedas dan mi instan.

Perlu kamu tahu bahwa FAM merupakan tumor payudara yang bersifat jinak. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, yuk simak ulasannya di sini!

Apa itu FAM?

Fibroadenoma atau juga yang disebut sebagai fibroadenoma mammae (FAM) adalah benjolan bertekstur padat pada payudara yang bersifat non-kanker. Kondisi ini lebih sering memengaruhi wanita yang berusia antara 15 dan 35 tahun.

Fibroadenoma dapat muncul di salah satu atau kedua payudara dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Fibroadenoma memiliki ukuran yang bervariasi, dan dapat membesar atau menyusut dengan sendirinya.

Tanda dan gejala fibroadenoma

Benjolan fibroadenoma memiliki beberapa tanda-tanda tertentu, seperti:

  • Berbentuk bulat dengan batas tepi yang jelas
  • Mudah digerakkan
  • Terasa kenyal atau padat
  • Biasanya tidak terasa sakit

Pada sebagian kasus fibroadenoma, ukurannya sangat kecil sehingga tidak dapat dirasakan.

Apa penyebab fibroadenoma?

Pada dasarnya, penyebab pasti dari kondisi ini masih belum diketahui, namun mungkin saja terkait dengan hormon reproduksi. Sebab, fibroadenoma lebih sering berkembang selama masa reproduksi.

Dikutip dari Mayo Clinic, benjolan dapat berukuran lebih besar selama masa kehamilan atau dengan penggunaan terapi hormon. Benjolan mungkin saja menyusut setelah menopause, yakni ketika kadar hormon menurun.

Jenis-jenis fibroadenoma

Fibroadenoma terdiri dari beberapa jenis, salah satunya adalah simple fibroadenoma. Simple fibroadenoma tidak meningkatkan risiko kanker payudara dan terlihat sama secara keseluruhan ketika dilihat di bawah mikroskop.

Selain simple fibroadenoma, juga terdapat beberapa jenis fibroadenoma lainnya yang perlu untuk diketahui, ini meliputi:

  • Complex fibroadenoma: Pada kasus complex fibroadenoma terdapat perubahan, misalnya saja pertumbuhan berlebih dari sel atau hyperplasia yang dapat tumbuh dengan cepat
  • Juvenile fibroadenoma: Fibroadenoma jenis ini adalah jenis benjolan payudara yang paling umum ditemukan pada anak perempuan dan remaja dengan usia antara 10 dan 18 tahun. Fibroadenoma jenis ini dapat membesar, namun seiring dengan waktu dapat mengalami penyusutan atau bahkan menghilang
  • Giant fibroadenoma: Giant fibroadenoma dapat tumbuh hingga berukuran lebih dari 2 inci. Fibroadenoma jenis ini mungkin memerlukan prosedur pengangkatan karena dapat menekan atau mengganti jaringan payudara lainnya
  • Phyllodes tumor: Phyllodes tumor biasanya jinak. Akan tetapi, beberapa Phyllodes tumor dapat berkembang menjadi kanker (ganas). Prosedur pengangkatan biasanya direkomendasikan

Kebanyakan fibroadenoma tidak memengaruhi risiko kanker payudara. Namun, pada kasus complex fibroadenoma atau phyllodes tumor risiko kanker payudara mungkin sedikit meningkat.

Diagnosis pada fibroadenoma

Terdapat beberapa tes untuk mengevaluasi benjolan pada payudara, yakni diagnostic mammography dan USG payudara, berikut adalah penjelasannya masing-masing:

Diagnostic mammography

Mammography menggunakan bantuan sinar-X untuk menghasilkan gambar (mammogram) di sekitar jaringan payudara. Fibroadenoma mungkin muncul pada mammogram sebagai massa payudara dengan tepi yang bulat, berbeda jika dibandingkan dengan jaringan payudara di sekitarnya

USG payudara

Pada prosedur ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar pada bagian dalam payudara. Ultrasonografi atau USG payudara mungkin akan direkomendasikan selain mammogram untuk mengevaluasi benjolan payudara apabila jaringan payudara padat.

USG payudara dapat membantu dokter untuk menentukan apakah benjolan payudara padat atau berisi cairan. Apabila padat, kemungkinan fibroadenoma. Namun, benjolan berisi cairan cenderung menjadi kista.

Benarkah mi instan bisa menyebabkan tumor payudara?

Perlu kamu ketahui bahwa mengonsumsi mi instan secara berlebihan memang sebaiknya harus dihindari.

Sebuah studi menemukan bahwa konsumsi makanan olahan tinggi atau ultraprocessed foods, seperti nugget ayam ataupun mi instan dapat meningkatkan risiko kanker.

“Asupan makanan ultraprocessed dikaitkan dengan risiko kanker yang lebih tinggi secara keseluruhan,” tulis tim peneliti dalam laporan yang diterbitkan di British Medical Journal’s (BMJ).

Lebih lanjut, peneliti juga mengatakan bahwa peningkatan 10 persen dalam proporsi makanan ultraprocessed dalam makanan dikaitkan dengan peningkatan signifikan, yakni lebih dari 10 persen pada risiko keseluruhan serta kanker payudara.

Adapun beberapa makanan yang terkait dengan risiko kanker di antaranya adalah soda dan minuman yang ditambahkan pemanis, mi dan sup instan, nugget ayam dan ikan, hingga frozen meal.

Peneliti juga mencatat bahwa ada beberapa cara makanan olahan secara teori dapat meningkatkan risiko kanker.

Salah satunya adalah makanan ultraprocessed memiliki kandungan lemak total, lemak jenuh, serta tambahan gula atau garam yang tinggi. Namun, serat dan kepadatan vitaminnya rendah.

Itulah beberapa informasi mengenai keterkaitan mi instan dengan tumor payudara. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!