Categories
Info Sehat

Catat! Begini 5 Cara Alami untuk Mengobati Endometriosis

Selain berobat ke dokter, ada beberapa cara alami lain yang bisa kamu lakukan untuk mengobati endometriosis.

Ingin tahu apa saja cara-cara alami yang bisa kamu lakukan? Yuk simak informasi lengkapnya di artikel berikut:

Bagaimana cara mengobati endometriosis?

Yuk mengenal endometriosis lebih jauh untuk mengobatinya secara cepat. Foto: Shutterstock.com

Endometriosis adalah penyakit yang memengaruhi organ reproduksi wanita. Kondisi ini ditandai oleh pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim.

Adanya pertumbuhan jaringan ini memicu terjadinya peradangan, timbul kista, dan berbagai gangguan lain di sekitar jaringan di mana endometrium tersebut bertumbuh.

Wanita dengan endometriosis dapat mengalami beberapa gejala seperti nyeri punggung, kram menstruasi yang parah, dan perdarahan berat selama menstruasi.

Baca juga: Agar Optimal, Ini Nutrisi untuk Anak 12 Bulan yang Penting Diberikan

Cara alami untuk mengobati endometriosis

Ya, selain menggunakan pengobatan rutin dari dokter, kamu juga bisa mengobati endometriosis secara alami dengan bahan-bahan rumahan. Berikut daftarnya:

1. Gunakan minyak jarak

Minyak jarak bisa mengobati endometriosis. Foto: Pexels.com

Castor oil atau minyak jarak merupakan bahan alami yang telah lama digunakan untuk mengobati endometriosis. Minyak jarak dikenal sangat ampuh untuk meredakan gejala kram perut dan membantu tubuh menyingkirkan jaringan berlebih.

Ambil beberapa tetes minyak jarak, lalu oleskan ke perut kamu secara merata. Lakukan pijatan ringan di perut hingga sakit kram yang kamu rasakan mereda.

Untuk hasil yang maksimal, kamu bisa menambahkan beberapa tetes minyak esensial seperti lavender untuk membantu mengendurkan otot-otot panggul.

Penting diingat bahwa teknik ini hanya boleh dilakukan sebelum menstruasi, bukan saat kamu sedang menstruasi karena justru dapat memperburuk gejalanya.

2. Minum teh jahe

Selain enak, teh jahe juga baik untuk mengobati endometriosis. Foto: Pexels.com

Meski tidak umum, beberapa wanita dengan endometriosis mengaku juga sering mengalami mual akibat dari kondisi tersebut. Nah, jika kamu merasakan gejala yang sama, minum teh jahe bisa jadi solusi terbaik untuk mengobati mual.

Penelitian telah secara konsisten menunjukkan bahwa jahe adalah bahan alami yang aman dan efektif untuk mengobati mual.

Untuk membuatnya, siapkan 5-10 jahe segar yang tua umbinya. Iris dan cuci bersih jahe, lalu rebus ke dalam 500 ml air hingga mendidih. Tunggu beberapa menit, kemudian angkat dan tuang air jahe ke dalam cangkir yang berisikan teh.

Bila tidak ingin repot, kamu juga bisa menyeduh teh jahe sachet yang dijual di berbagai toko kelontong dan supermarket.   

3. Kunyit

Kunyit bisa dimanfaatkan sebagai bahan obat alami. Foto: Pexels.com

Kunyit merupakan bahan alami dengan sifat antiinflamasi yang kuat sehingga cocok dikonsumsi untuk mengobati endometriosis. Beberapa penelitian bahkan telah menemukan bahwa kunyit memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan jaringan endometrium.

Supaya bisa mendapatkan manfaat kunyit, kamu bisa mengonsumsi makanan yang telah dicampur dengan kunyit, minum kapsul kunyit, atau teh kunyit untuk membantu mengobati endometriosis.  

Baca juga: Mengenal Diet Mediterania untuk Diabetes, Stop Konsumsi Daging Merah!

4. Perhatikan asupan makanan sehari-hari

Diet sehari-hari juga bantu pengaruhi pengobatan endometriosis. Foto: Shutterstock.com

Pengidap endometriosis wajib memerhatikan asupan makanan mereka. Hal ini karena beberapa makanan dan minuman diketahui dapat memperburuk gejala endometriosis, terutama akibat efek peradangan yagn ditimbulkan.

Beberapa bahan makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari misalnya seperti susu, minuman yang mengandung kafein, makanan tinggi gula rafinasi, dan alkohol. 

Walau efeknya tidak cepat, namun menjauhi makanan dan minuman di atas dipercaya dapat mengurangi gejala endometriosis dalam jangka panjang.

Jika kamu ingin hasil yang lebih maksimal, disarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan dengan sifat anti-inflamasi tinggi seperti sayuran hijau, buah-buahan, brokoli, blueberry, ikan salmon, dan jahe.

5. Membiasakan pola hidup sehat

Terakhir, gejala endometriosis juga dapat dikurangi dengan membiasakan pola hidup sehat. Misalnya, dengan melakukan olahraga secara teratur, mengelola stres, tidur cukup, tidak merokok, dan berhenti konsumsi alkohol.

Categories
Info Sehat

Rokok Elektrik Alias Vape Bikin Sariawan, Mitos atau Fakta?

Rokok elektrik alias vape saat ini kian populer. Meski kerap dianggap lebih sehat, disebut-sebut juga kalau vape bikin sariawan. Kamu juga pernah mengalaminya?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine menyatakan vape menimbulkan berbagai risiko kesehatan sama halnya dengan merokok tembakau.

Sariawan atau dalam bahasa medisnya yaitu stomatitis adalah inflamasi atau peradangan bagian dalam dari rongga mulut yang dapat mengenai bibir, pipi bagian dalam, gusi, langit-langit mulut, dan lidah.

Kondisi ini ditandai dengan area yang tampak kemerahan atau membengkak dan kadang tampak berbentuk seperti luka kecil berselaput putih atau abu-abu.

Mungkin kamu menganggap sariawan tidak berbahaya, tapi sariawan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan nyeri. Bahkan dalam beberapa kasus dapat menimbulkan bau mulut dan perdarahan.

Baca juga: Minuman Hangat vs Minuman Dingin untuk Buka Puasa, Mana Lebih Sehat?

Fakta tentang vape bikin sariawan

Vape bikin sariawan, kok bisa ya? Foto: Pexels.com

Beberapa studi pernah menyebutkan bahwa benar tentang risiko vape bikin sariawan. Salah satunya seperti dipublikasikan oleh oleh University of North Carolina America bahwa 60% pengguna vape berisiko mengalami sariawan tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan pengguna rokok biasa.

Mengapa bisa vape bikin sariawan? Hal ini disebabkan karena pada bagian dalam alat vape terdapat ujung pipa yang akan menyentuh dinding mulut. Ujung pipa ini menyebabkan rasa panas dan trauma secara langsung sehingga menimbulkan luka.

Selain itu, sel-sel pada rongga mulut yang terekspos dengan bahan-bahan kimiawi berbagai rasa dari vape juga berisiko menimbulkan inflamasi yang lebih berat.

Vape berbasis nikotin cair memiliki tambahan bahan-bahan kimiawi seperti formaldehyde, acetaldehyde, benzene dan acrolein yang sangat iritan dan toksik, sehingga sariawan lebih mudah muncul.

Vape tak cuma bikin sariawan, ada juga risiko masalah mulut lain

Selain sariawan, ada beberapa risiko masalah mulut lain yang juga bisa muncul akibat kebiasaan vape. Apa saja? Berikut daftarnya:

1. Paparan bakteri berlebihan

Sebuah studi tahun 2018 menemukan bahwa gigi yang banyak terpapar aerosol dari vape memiliki lebih banyak bakteri dibandingkan yang tidak terpapar. Perbedaan ini lebih banyak berada pada celah gigi.

Adanya paparan bakteri berlebihan pada mulut dapat mengakibatkan kerusakan gigi, gigi berlubang dan penyakit gusi.

2. Mulut kering

sariawan saat puasa
Vape juga berisiko mengganggu kesehatan mulut dan gusi. Foto: Shutterstock.com

Sebagian besar vape, terutama dengan bahan propylene glycol, berisiko dapat menyebabkan mulut kering. Nah, kekeringan pada mulut bisa berakibat pada bau mulut, sariawan dan kerusakan gigi.

3. Iritasi dan radang gusi

Studi tahun 2016 menunjukkan bahwa penggunaan vape dapat memicu respons inflamasi pada jaringan gusi. Selain itu, studi lain tahun 2014 juga melaporkan bahwa vape dapat menyebabkan iritasi mulut dan tenggorokan.

Gejala yang mungkin terlihat di antaranya nyeri saat ditekan, bengkak dan kemerahan pada gusi.

Baca juga: Masker Jenis Ini Ampuh Hindari Polusi Udara

Cara mengatasi sariawan akibat vape

vape bikin sariawan
Jangan cuma menggosok gigi, bersihkan juga lidah untuk cegah sariawan. Foto: https://www.dowelldental.com/

Lalu bagaimana cara mengatasi sariawan bila terlanjur terjadi? Pertama, harus dimulai dengan berhenti merokok vape maupun tembakau selama beberapa pekan. Akan jauh lebih baik jika kebiasaan ini dihentikan selamanya, ya.

Kedua, jaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dan tidak membiarkan ada sisa makanan.

Ketiga, berkumur dengan obat kumur antiseptik yang mengandung Clorhexidin 2% dan Povidone Iodine untuk membersihkan mulut dan mengurangi peradangan sariawan.

Jadi kesimpulannya rokok tembakau dan vape sama-sama dapat menimbulkan masalah di mulut, termasuk sariawan. Sariawan memang tidak mengancam nyawa namun bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Jadi, kurangi merokok demi hidup sehat, ya!

Konsultasikan kondisi kesehatan Anda di Good Doctor. Yuk, lakukan konsultasi online dengan dokter terpercaya!

Categories
Puasa

Cara Meningkatkan Kekebalan Tubuh Saat Puasa Agar Tak Mudah Sakit

Menahan haus dan lapar selama berpuasa bukan berarti kamu bisa bermalas-malasan seharian. Agar aktivitas tetap lancar, maka kamu perlu mencoba cara-cara meningkatkan kekebalan tubuh saat puasa yang efektif.

Ini sangat penting mengingat daya tahan tubuh adalah benteng pertama untuk menjalani ibadah puasa dengan penuh semangat. Lalu bagaimana cara meningkatkan kekebalan tubuh saat puasa, ya?

Kondisi daya tahan tubuh saat puasa

Tubuh mengalami berbagai perubahan saat menjalani ibadah puasa. Terkadang ini membuat kita berpikir, bagaimana cara meningkatkan kekebalan tubuh saat puasa agar tetap sehat seharian.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah asupan nutrisi yang hanya bisa masuk di saat sahur dan berbuka. Saat aktivitas yang dijalani begitu banyak, tubuh menjadi lebih mudah lelah karena kamu tak bisa ‘mengisi ulang’ energi di saat itu juga.

Tak perlu khawatir, hal ini wajar terjadi, kok. Seiring dengan berjalannya waktu tubuh akan beradaptasi dengan sendirinya.

Cara-cara meningkatkan kekebalan tubuh saat puasa

Ada banyak cara yang bisa dilakukan agar kamu tetap produktif tanpa harus khawatir kelelahan selama berpuasa di bulan Ramadhan. Beberapa di antaranya adalah:

1. Siasati menu sahur dan berbuka

Menyesuaikan jam makan di pagi hari menjadi sebelum subuh memang perlu usaha ekstra. Terkadang hal ini menjadi alasan untuk asal-asalan memilih menu sahur karena masih mengantuk atau terburu-buru.

Jangan biarkan kebiasaan ini terus terjadi. Usahakan bangun tepat waktu agar kamu bisa menyiapkan menu sahur yang sehat dan bernutrisi.

Hal yang sama juga berlaku di saat berbuka. Seharian menahan haus dan lapar tidak berarti kamu bisa bebas makan apa saja sepuasnya. Makan secukupnya dan tetap perhatikan keseimbangan gizi pada hidangan berbuka.

Sedikit tips, awali buka puasa dengan memakan sebutir kurma karena buah ini mengandung banyak nutrisi yang cepat dicerna tubuh. Jadi metabolisme tubuh tak akan kaget saat menerima asupan lain nantinya.

2. Pastikan asupan cairan tetap tercukupi

Mengatur asupan air selama berpuasa memang bisa dibilang gampang-gampang susah. Jika pada hari-hari biasa kamu bisa minum kapan pun saat merasa haus, kini kamu harus memutar otak untuk mengakalinya.

Solusinya kamu bisa mengoptimalkan asupan cairan tersebut pada saat sahur dan berbuka. Kamu juga dapat mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung banyak air seperti semangka, jambu air, dan sejenisnya.

Selain mengandung vitamin yang diperlukan tubuh, buah-buahan tersebut juga berfungsi untuk melengkapi kebutuhan cairan tubuhmu.

3. Tidur siang saat ada waktu

Bulan Ramadhan biasanya identik dengan upaya mencari pahala sebanyak-banyaknya. Salah satu momen yang banyak dihabiskan untuk tujuan tersebut adalah malam hari hingga menjelang subuh.

Lalu bagaimana dengan waktu istirahat yang kamu butuhkan? Seharian beraktivitas kan, cukup membuat tubuh letih dan ingin beristirahat. Tenang, kamu tetap bisa beribadah dan beristirahat dengan optimal, kok.

Coba akali dengan menyempatkan tidur siang sejenak. Cara ini dapat membantu kamu terhindar dari gangguan tidur yang mengarah pada menurunnya daya tahan tubuh.  

4. Tetap sempatkan berolahraga

Meskipun Ramadhan kali ini sebagian besar akan kamu lewati di dalam rumah, kamu harus tetap menyempatkan diri untuk aktif bergerak.

Kamu bisa mulai dengan melakukan gerakan-gerakan olahraga ringan seperti yoga, atau bahkan senam sederhana. .

Ada banyak tutorial olahraga di media sosial yang bisa kamu lihat selama diam di rumah saja. Semua bisa kamu tonton secara gratis.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Categories
Puasa

Makan Banyak Saat Sahur Bisa Mencegah Lapar? Ini Faktanya

Momen puasa pasti banyak dinantikan oleh para umat muslim di seluruh belahan dunia. Berbagai menu untuk berbuka puasa selalu disajikan di momen hangat ini. Bagi sebagian orang, makan banyak saat sahur dapat menunda lapar seharian.

Kira-kira apakah benar hal tersebut? Ternyata ini faktanya!

Efek makan banyak saat sahur

Setiap kita berpuasa, kita diwajibkan untuk menahan lapar dan haus mulai dari pagi hingga sore hari. Pastinya tubuh kita tidak mendapatkan banyak asupan energi, sehingga kamu terasa cepat lelah.

Banyak orang yang mengonsumsi banyak makanan saat sahur agar tidak cepat lapar. Ternyata makan banyak saat sahur tidak diperbolehkan, lho. Mengapa?

Nyatanya makan banyak saat sahur justru akan membuat orang yang berpuasa jadi tidak produktif. Ini karena lambung kita terbatas dalam menampung makanan.

Makan terlalu banyak juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan di perut dan GERD

Makanan dan minuman yang perlu dihindari saat sahur

Pastinya saat berbuka puasa maupun sahur banyak berbagai menu yang disajikan di meja makan kita. Yang sudah kita tahu bahwa makan terlalu banyak saat sahur tidak dianjurkan, berikut beberapa makanan yang perlu dihindari saat sahur.

1. Terlalu banyak karbohidrat

Biasanya kita beranggapan bahwa makan banyak karbohidrat dapat menyimpan energi banyak saat beraktivitas. Sebaliknya, padahal ini justru membuat terasa cepat lapar.

2. Makanan yang Terlalu Asin

Hindari makanan asin saat sahur karena dapat menyebabkan dehidrasi pada tubuh. Bahkan yang lebih berbahayanya lagi, tekanan darah kamu akan meningkat dan bisa menyebabkan jantung kamu memompa lebih keras.

3. Mengandung kafein

Teh dan kopi adalah minuman yang banyak mengandung kafein yang kurang tepat diminum saat sahur. Hal ini dapat menyebabkan kamu menjadi lebih sering  haus.

Kandungan diuretik yang ada di kafein juga dapat menyebabkan kamu menjadi lebih sering buah air kecil sehingga cairan tubuh kamu dapat berkurang saat berpuasa.

4. Makanan yang Digoreng

Kamu sebaiknya harus menghindari makanan yang digoreng ketika kamu sahur dan berbuka puasa. Hal ini dapat menyebabkan perut kamu merasa kembung selama berpuasa.

Makanan yang digoreng memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi yang dapat memperlambat penyerapan nutrisi dan berbahaya bagi usus kamu.

5. Makanan yang Terlalu Pedas

Memang mengonsumsi makanan pedas sangat menggiurkan bagi kamu yang suka banget makan pedas. Tetapi hal ini ternyata sangat tidak dianjurkan lho, seperti memperparah tukak lambung yang semakin luka, menimbulkan rasa nyeri dan terbakar pada perut.

Tips memilih jenis makanan saat sahur

Mengonsumsi banyak makanan sekaligus saat sahur memang sebaiknya harus dihindari. Ketika kamu sahur sebaiknya kamu harus mongonsumsi makanan dengan kadar yang cukup.

Makanan yang baik untuk sahur harus berasal dari bahan-bahan yang bisa membuat kamu kenyang dan tidak berlebihan. Seperti karbohidrat kompleks, lemak sehat, protein, dan susu rendah lemak.

Pilih makanan sehat seperti buah dan sayuran yang mengandung banyak vitamin yang baik untuk tubuh. Misalnya vitamin C, E dan antioksidan yang baik untuk tubuh.

Sayuran dan buah dapat melengkapi kebutuhan energi kamu agar aktivitas kamu sehari-hari akan terasa lebih semangat dan tidak mudah lelah.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Categories
Puasa

Tidak Boleh Puasa Demi Kesehatan, Siapa yang Termasuk Kategori Ini?

Dalam Islam, puasa adalah sesuatu  yang wajib dikerjakan, apalagi jika sudah dewasa. Walau punya hukum wajib, tapi ada beberapa kondisi yang diperbolehkan untuk tidak puasa. Bukan tanpa alasan, tidak boleh puasa ini terutama jika saat dilakukan justru dapat membahayakan kondisi kesehatan.

Penyakit tertentu dikatakan berisiko tinggi bila menjalani puasa sehari penuh, ya.

Orang-orang yang tidak boleh puasa demi kesehatannya

Puasa memang punya berbagai manfaat bagi kesehatan, tapi tentu itu untuk mereka yang dalam kondisi sehat dan bugar. Jika kamu dalam kondisi sakit dan kurang memungkinkan, kamu diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Hal ini tidak hanya dianjurkan oleh dokter, tetapi juga para ulama. Nah, berikut daftar orang yang sebaiknya tidak puasa demi kesehatannya:

1. Pasien dalam perawatan

Pasien yang dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan yang parah sebaiknya tidak dulu berpuasa. Apalagi jika harus berbaring di tempat tidur dan bergantung pada infus untuk makan serta minum.

Selain itu, pasien yang sedang tahap pemulihan juga termasuk kategori yang tidak boleh puasa. Ini karena biasanya ada beberapa obat yang harus diminum di jam-jam waktu puasa dan tidak boleh terlewat.

2. Pengidap diabetes

Bagi kamu yang memiliki riwayat diabetes dan gula darahnya tidak terkontrol, sebaiknya tidak puasa dulu, ya. Tidak makan untuk waktu yang lama dapat menyebabkan kadar gula darah mengalami peningkatan secara tiba-tiba atau dalam istilah medis disebut hiperglikemia. 

Perlu diketahui bahwa pada pasien diabetes tipe 1, kadar gula darah yang drop alias hipoglikemia juga harus rutin menggunakan obat-obat tertentu seperti insulin. 

Tapi jika jenis diabetes kamu masih terkontrol, boleh saja puasa tapi sebaiknya tetap konsultasi terlebih dahulu dengan dokter dan rutin cek gula darah.

3. Pengidap migrain atau vertigo parah

Seseorang yang mengalami migrain atau vertigo parah hingga tidak terkontrol, sebaiknya tidak dulu juga berpuasa. Ini dikhawatirkan akan membuat kondisi penyakit malah semakin parah. 

4. Pengidap gagal jantung akut

Pengidap gagal jantung akut tidak boleh puasa dulu. Ini karena kerja jantung sedang tidak maksimal, sementara berpuasa membuat pasien rentan dehidrasi.

Dikhawatirkan kondisi tersebut justru membahayakan kesehatan pasien.

Lain lagi jika pengidap gagal jantung masih terkontrol, selama dokter memberikan lampu hijau maka boleh saja untuk berpuasa di bulan Ramadhan.

5.  Punya riwayat mag akut

Sebenarnya mag tidak menghalangi kamu untuk melakukan puasa selama Ramadhan. Tapi jika mag sudah masuk dalam kategori akut, sering mengalami mual, muntah, dan nyeri yang hebat sebaiknya tidak usah puasa dulu, ya. 

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan keluhan menjadi semakin parah.

6. Pengidap kanker

Pengidap kanker yang sedang melakukan pengobatan sebaiknya tidak melakukan puasa. Ini karena perawatan yang dilakukan, seperti kemoterapi, dapat membawa tekanan signifikan pada tubuh sehingga tubuh menjadi lemah.

Daripada memaksakan tubuh untuk berpuasa, lebih baik tetap menjaga tubuh untuk tetap optimal.  

7. Punya gangguan pernapasan akut

Pengidap gangguan pernapasan akut seperti asma berat dan penyakit paru obstruksi kronis yang berat membutuhkan konsumsi obat tepat waktu. Oleh sebab itu, mereka diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Mengganti jadwal minum obat tanpa anjuran dokter dikhawatirkan dapat menyebabkan gejala asma yang lebih buruk.

8. Pasien dengan lever kronis lanjutan

Puasa sebenarnya masih mungkin saja dilakukan untuk pasien pengidap penyakit lever. Bahkan puasa dapat membantu proses penyembuhan. 

Pasien dengan penyakit lever umumnya dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama adalah pasien yang menderita radang hati kronis karena Hepatitis B, Hepatitis C atau penyakit hati kronis lainnya.

Kelompok pasien ini biasanya bisa berpuasa. Tapi tetap, puasa harus dilakukan dengan pengawasan dokter.

Kelompok kedua adalah pasien dengan sirosis hati sederhana dengan fungsi hati normal. Pasien-pasien ini biasanya dapat berpuasa, asalkan mereka tidak mengalami komplikasi. 

Ketiga termasuk pasien dengan sirosis hati yang lanjut. Pasien-pasien ini umumnya tidak dapat berpuasa karena terapi yang diperlukan.

10. Riwayat gagal ginjal kronis dan harus rutin cuci darah

Pasien gagal ginjal kronis dan sedang menjalani cuci darah sebaiknya tidak puasa sampai benar-benar pulih. 

Ini karena dalam kondisi tersebut ginjal sedang sulit untuk mempertahankan tingkat normal cairan tubuh, akibatnya pasien rentan terhadap disfungsi ginjal lebih lanjut dan kerusakan ginjal permanen. 

Agar lebih aman, pasien ginjal kronis harus berkonsultasi dengan dokter untuk menilai tingkat keparahan dan potensi risiko yang terkait dengan puasa.

Berpuasa di bulan Ramadan memang sebuah kewajiban, tapi tentu yang lebih penting adalah memperhatikan kesehatan. Nah, kalau kamu termasuk dalam kategori di atas, lebih baik tidak puasa dulu, ya.

Tetapi jika kamu tetap ingin mencoba berpuasa, jangan lupa periksakan dulu kondisi kesehatan ke dokter.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Categories
Diet dan Nutrisi Puasa

Penting, Perhatikan Asupan Gizi Lansia saat Puasa

Asupan gizi lansia atau orang lanjut usia saat menunaikan ibadah puasa harus dilakukan dengan benar. Para lansia harus mengatur pola makannya secara berimbang.

Karena, penurunan kondisi fisik maupun mental serta metabolisme yang semakin melambat, membuat kolompok lansia menjadi rentan akan berbagai penyakit.

Baca Juga: Jangan Cuek, 5 Gejala Anemia Ini Bisa Berakibat Fatal

Kebutuhan kalori pada lansia yang berpuasa

Mengutip dari kompas.com, tercatat sebanyak 76,5 persen lansia menjalankan ibadah puasa. Catatan ini berdasarkan hasil survei poliklinik Geriatri Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Agustus 2008 terhadap sekitar 100 lansia usia 64-83 tahun.

Normalnya, Kebutuhan energi untuk lansia pria sekitar 2200 kalori dan wanita 1850 kalori per hari. Namun seiring bertambahnya usia, penurunan kondisi yang mereka alami harus mendapat perhatian, khususnya dalam memenuhi asupan gizi lansia saat puasa.

“Saat puasa kebutuhan kalori lansia bisa diatur dengan komposisi 40 persen saat sahur, 50 persen saat berbuka, dan 10 persen saat sesudah tarawih,” terang Siti Setiati dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM mengatakan melalui Kompas.com.

Agar lansia mampu menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan nyaman, maka pemenuhan kebutuhan gizi seimbang harus menjadi perhatian.

Komposisi asupan gizi lansia yang seimbang

Asupan gizi lansia bisa diatur sesuai dengan persentase kebutuhan kalori, baik saat sahur, buka puasa maupun sehabis tarawih.

1. Karbohidrat

Asupan gizi lansia memerlukan energi. Untuk memenuhi kecukupan energi, lansia dianjurkan memilih karbohidrat kompleks seperti beras merah, jagung, sagu dan umbi-umbian.

Karbohidrat yang berasal dari biji-bijian dan kacang-kacangan utuh juga mampu berfungsi sebagai sumber energi dan sumber serat. Dianjurkan agar lansia mengurangi konsumsi gula sederhana seperti gula pasir dan sirup.

2. Zat besi

Selain karbohidrat, lansia juga dianjurkan untuk konsumsi makanan yang mengandung zat besi. Karena zat besi adalah salah satu unsur penting dalam proses pembentukan sel darah merah. Secara alami, zat besi bisa diperoleh dari makanan seperti daging, hati dan sayuran hijau.

3. Kalsium untuk asupan gizi lansia

Lansia sangat dianjurkan untuk konsumsi makanan berkalsium tinggi seperti susu, ikan, makanan  laut.  Karena pada usia lanjut,  khususnya ibu-ibu yang menoupouse, sangat perlu mengkonsumsi kalsium untuk mengurangi risiko keropos tulang.

4. Makanan berserat

konsumsi makanan berserat seperti sayur, buah, gandum, oat, juga diperlukan agar pencernaan lancar dan tidak sembelit.

Untuk memenuhi asupan gizi lansia, pilihlah sayur dan buah yang berwarna hijau, kuning, oranye agar kebutuhan vitaminnya juga terpenuhi.

5. Makanan rebus atau panggang baik untuk penuhi asupan gizi lansia

Konsumsi makanan yang diolah dengan cara dipanggang atau direbus sangat direkomendasikan untuk sahur ataupun buka puasa. Karena, makanan tersebut tidak mengandung kolesterol dan mudah dicerna tubuh.

6. Penuhi kebutuhan cairan

Minumlah air yang bersih, yaitu air yang tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa dan telah didihkan serta disimpan dalam wadah yang bersih dan tertutup.

7. Kurangi makanan berminyak

Makanan berminyak mengandung banyak kolesterol yang mengganggu asupan gizi lansia. Kolesterol dapat menyumbat pembuluh darah sehingga mengakibatkan serangan jantung. Jika ingin konsumsi makanan berminyak, pilihlah yang rendah kolesterol dan gunakan hanya sedikit untuk menumis bukan menggoreng.

8. Jangan makan pedas dan asam

Diusakan selama berpuasa, lansia tidak mengkonsumsi makanan dengan rasa ekstrim seperti pedas atau asam karena dapat mengganggu kesehatan lambung dan alat pencernaan.

10. Kurangi garam dalam asupan gizi lansia

Konsumsi garam bagi lansia tidak lebih dari 4 gram per hari (1sdt = 5 gram), hal ini ditujukan untuk mengurangi risiko tekanan darah tinggi.

11. Batasi konsumsi lemak

Para lansia tidak dianjurkan mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi karena menambah risiko terjadinya berbagai penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, jantung dan ginjal

Baca Juga: Puasa di Musim Virus Corona, Kapan Kita Boleh Membatalkan Puasa?

12. Konsumsi sumber lemak baik

Kebutuhan lemak baik bisa diperoleh dari kacang-kacangan, alpukat, minyak jagung dan minyak zaitun. Lemak minyak ikan yang mengandung omega 3 juga baik dikonsumsi oleh lanjut usia. Namun sebaiknya, lansia tidak mengkonsumsi lemak lebih dari seperempat kebutuhan energinya.

Sebelum berpuasa, ada baiknya para lansia mengkonsultasikan kondisi mereka terlebih dahulu kepada dokter atau ahli gizi. Konsultasi tersebut dibutuhkan agar kebutuhan asupan gizi lansia yang diinginkan bisa tercapai.

Selain itu, para lansia juga  perlu mengkonsultasikan dosis obat-obatan pribadi kepada dokter. Konsumsi dosis yang tepat saat sahur dan buka puasa akan membuat khasia dan reaksi obat akan tetap terjaga.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!