Categories
Kamus Obat

Docetaxel

Docetaxel merupakan obat kemoterapi yang termasuk dalam kelompok obat taxane. Obat ini memiliki manfaat seperti halnya obat methotrexate dan siklofosfamid.

Docetaxel disetujui untuk penggunaan medis sejak 1995 dan kini telah masuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Berikut informasi selengkapnya mengenai docetaxel, manfaat, dosis, cara pakai, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat docetaxel?

Docetaxel adalah obat yang digunakan untuk terapi kanker payudara, kanker perut, kanker prostat, kanker leher atau kepala, serta kanker paru. Obat ini dapat digunakan sendiri sebagai monoterapi atau dalam kombinasi pelengkap dengan obat doksorubisin dan siklofosfamid.

Docetaxel tersedia sebagai sediaan injeksi yang diberikan dengan suntikan lambat ke dalam pembuluh darah. Penggunaan obat ini biasanya harus diberikan oleh dokter ahli dalam perawatan yang terkontrol.

Apa fungsi dan manfaat obat docetaxel?

Docetaxel berfungsi sebagai agen kemoterapi yang bekerja dengan menghambat pertumbuhan sel yang sangat cepat, sehingga menghentikan pembelahan sel.

Docetaxel secara khusus memiliki manfaat untuk mengobati beberapa jenis kanker berikut:

Kanker payudara

Docetaxel digunakan sebagai pengobatan tambahan untuk kanker payudara positif-nodus yang dapat dioperasi. Biasanya terapi ini dikombinasikan dengan doksorubisin dan siklofosfamid.

Beberapa pengobatan kombinasi dengan docetaxel juga sedang diteliti mengenai efektivitasnya dalam pengobatan kanker payudara stadium awal.

Dalam penelitian, nonanthracycline menjadi salah satu agen kemoterapi yang dikombinasikan. Namun, pada pasien yang gagal dalam kemoterapi antrasiklin, maka pengobatan dialihkan dalam kombinasi capecitabine.

Selain itu, docetaxel juga diberikan dalam pengobatan awal kanker payudara metastatik yang dikombinasikan dengan doksorubisin.

Obat ini juga menjadi obat terapi tunggal untuk pengobatan lini kedua dari kanker payudara stadium lanjut atau metastatik lokal yang tidak merespons pengobatan kemoterapi sebelumnya.

Kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC)

Docetaxel digunakan sebagai terapi lini pertama untuk kanker paru-paru non-sel kecil yang tidak dapat dioperasi atau berkembang secara lokal. Biasanya terapi ini diberikan dalam kombinasi dengan obat cisplatin.

Selain itu, docetaxel juga diberikan sebagai terapi lini kedua untuk NSCLC stadium lanjut atau metastasis lokal pada pasien dengan penyakit yang kambuh atau berkembang. Obat ini diberikan apabila sebelumnya pasien telah menerima kemoterapi platinum.

Karena dalam beberapa kondisi, pasien yang telah menerima kemoterapi platinum tidak dapat menerima obat yang sama apabila penyakit kambuh. Oleh karena itu, obat ini menjadi alternatif untuk meminimalkan risiko dari penggunaan berulang dari terapi obat platinum.

Kanker prostat

Obat docetaxel menjadi terapi obat pilihan untuk pengobatan kanker prostat metastatik. Biasanya terapi ini diberikan bersama dengan obat prednison untuk mengurangi risiko retensi cairan.

Kanker lambung

Docetaxel menjadi salah satu terapi pilihan untuk pengobatan awal adenokarsinoma lambung lanjut. Biasanya obat ini diberikan untuk kanker lambung termasuk adenokarsinoma pada gastroesofagus.

Terapi pengobatan dilakukan dengan dikombinasikan bersama obat cisplatin dan fluorouracil.

Kanker kepala dan leher

Docetaxel digunakan sebagai pilihan terapi untuk kemoterapi induksi pada karsinoma sel skuamosa stadium lanjut di kepala dan leher. Pengobatan kemoterapi ini biasanya dikombinasikan dengan cisplatin dan fluorouracil.

Kanker ovarium

Docetaxel diberikan sebagai obat alternatif untuk terapi lini pertama kanker epitel ovarium yang dikombinasikan dengan karboplatin. Terkadang, obat ini juga diberikan untuk pengobatan kanker epitel ovarium rekuren atau persisten yang resisten terhadap platinum.

Merek dan harga obat docetaxel

Obat ini termasuk dalam obat terapi yang bisa kamu dapatkan dalam perawatan rutin dengan dokter. Beberapa merek obat docetaxel yang telah beredar di Indonesia adalah Brexel, Doxetasan, Taceedo 20, Taceedo 80, dan Taxotere.

Obat ini tidak dijual bebas dan jarang dijumpai di apotek. Docetaxel hanya tersedia sebagai sediaan obat yang khusus digunakan sebagai kemoterapi.

Bagaimana cara pakai obat docetaxel?

Sebelum melakukan kemoterapi, pasien diberikan kortikosteroid oral untuk mencegah reaksi hipersensitivitas yang parah. Hal ini juga dilakukan untuk mengurangi risiko dan keparahan retensi cairan.

Penggunaan obat sebagai kemoterapi diberikan dengan disuntikkan ke dalam pembuluh darah. Dokter atau tenaga kesehatan lain akan memberikan suntikan terapi ini dalam jadwal pengobatan rutin.

Obat sangat berbahaya apabila mengenai kulit saat diberikan melalui intravena. Segera cuci obat dengan sabun dan air apabila mengenai kulit. Beritahu dokter apabila kamu merasakan rasa terbakar, nyeri, atau bengkak di sekitar jarum infus saat obat disuntikkan.

Berapa dosis obat docetaxel?

Dosis dewasa

Kanker payudara

Dosis lazim: 60 sampai 100mg/m2 diberikan melalui infus intravena selama 1 jam sekali setiap 3 pekan.

Dosis terapi dalam kombinasi dengan doksorubisin atau capecitabine atau sebagai terapi tambahan dengan doksorubisin dan siklofosfamid: 75mg/m2 1 kali setiap 3 pekan.

Dalam kombinasi dengan trastuzumab: 100mg/m2 sekali tiap 3 pekan.

Adenokarsinoma lambung, kanker kepala dan leher, kanker paru-paru non-sel kecil, kanker prostat

Dosis lazim: 75mg/m2 diberikan melalui infus intravena selama 1 jam sekali setiap 3 pekan.

Untuk adenokarsinoma lambung, dosis dapat diberikan sebelum cisplatin dan fluorouracil.

Untuk kanker kepala dan leher, dosis dapat diberikan sebelum cisplatin dan fluorouracil selama 3 siklus diikuti dengan kemoradioterapi atau 4 pekan diikuti dengan radioterapi saja.

Untuk kanker prostat, dosis dapat diberikan dengan prednisolon oral 5mg dua kali sehari secara terus menerus selama pengobatan.

Apakah docetaxel aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan docetaxel dalam golongan obat kategori kehamilan D.

Studi penelitian telah menunjukkan bahwa obat ini dapat membahayakan janin pada wanita hamil. Umumnya obat tidak direkomendasikan untuk digunakan selama kehamilan, kecuali untuk kondisi darurat yang mengancam jiwa.

Obat docetaxel belum diketahui apakah dapat terserap ke dalam ASI sehingga tidak diketahui mengenai pengaruhnya pada bayi yang menyusui. Konsultasikan lebih lanjut mengenai risiko ini dengan dokter.

Apa efek samping obat docetaxel yang mungkin terjadi?

Hentikan pengobatan dan hubungi dokter segera apabila muncul reaksi efek samping berikut setelah menggunakan obat ini:

  • Reaksi alergi yang mengancam jiwa atau reaksi hipersensitivitas yang parah. Tanda-tanda reaksi alergi, seperti gatal-gatal, mata terasa terbakar, nyeri kulit, ruam kulit merah atau ungu, sesak napas, serta pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Pembengkakan dalam usus yang dapat menyebabkan kematian dengan cepat. Gejalanya mungkin ditandai dengan sakit perut, diare, atau demam.
  • Beberapa efek samping dapat terjadi selama penyuntikan. Beritahu dokter apabila kamu merasa pusing, mengalami kesulitan bernapas, detak jantung cepat atau tidak teratur.
  • Nyeri, sensasi terbakar, iritasi, atau perubahan warna kulit pada bekas tempat suntikan diberikan
  • Gangguan penglihatan mendadak termasuk penglihatan kabur atau kehilangan penglihatan
  • Ruam kemerahan atau bengkak pada lengan atau kaki
  • Ruam kulit, kemerahan, melepuh, mengelupas, berdarah, atau benjolan kecil berwarna merah atau putih yang berisi nanah
  • Mati rasa atau kesemutan di tangan atau kaki
  • Kelemahan otot pada lengan, tungkai, atau tangan
  • Penambahan berat badan yang cepat
  • Tanda-tanda kerusakan sel tumor, seperti kelemahan, kram otot, mual, muntah, diare, detak jantung cepat atau lambat, kesemutan di sekitar mulut.
  • Perasaan mabuk, seperti kebingungan, tersandung, rasa kantuk yang luar biasa
  • Gangguan hati yang ditandai dengan gejala sakit perut bagian atas, kehilangan nafsu makan, urine gelap, tinja berwarna tanah liat, penyakit kuning.
  • Jumlah sel darah dalam tubuh rendah yang ditandai dengan gejala demam, menggigil, kelelahan, seriawan, luka pada kulit, mudah memar, perdarahan yang tidak biasa, kulit pucat, tangan dan kaki dingin, perasaan pusing.

Efek samping mungkin lebih mudah dijumpai pada orang tua lanjut usia. Perawatan kemoterapi mungkin tertunda atau dihentikan secara permanen apabila kamu mengalami efek samping tertentu.

Peringatan dan perhatian

Beritahu dokter mengenai semua riwayat kesehatan yang kamu miliki serta semua obat yang telah kamu gunakan. Docetaxel dapat menyebabkan efek samping yang parah termasuk kematian, terutama jika kamu menerima obat dalam dosis tinggi.

Beritahu dokter mengenai riwayat kesehatan yang kamu miliki sebelum menerima kemoterapi, terutama:

  • Gangguan hati
  • Penyakit jantung
  • Sindrom lisis tumor (kerusakan cepat sel kanker)
  • Retensi cairan
  • Alkoholisme

Jangan gunakan docetaxel jika kamu sedang hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir. Gunakan kontrol kelahiran yang efektif untuk mencegah kehamilan saat kamu menjalani kemoterapi dan setidaknya 6 bulan setelah dosis terakhir.

Hindari aktivitas yang dapat meningkatkan risiko perdarahan atau cedera. Berhati-hatilah untuk mencegah perdarahan saat mencukur atau menyikat gigi.

Docetaxel mengandung alkohol dan dapat menyebabkan perasaan mabuk saat obat disuntikkan ke pembuluh darah. Sebaiknya kamu tidak mengonsumsi alkohol saat menjalani kemoterapi dengan obat ini.

Berhati-hatilah ketika menggunakan obat lain saat masa kemoterapi. Menggunakan obat lain yang menyebabkan mengantuk bisa memperburuk perasaan mabuk. Tanyakan kepada dokter sebelum menggunakan obat opioid, obat tidur, pelemas otot, obat untuk kecemasan atau kejang.

Beritahu dokter dan apoteker apabila kamu sedang atau akan menggunakan obat-obatan berikut:

  • Antibiotik tertentu, misalnya klaritromisin, rifampisin
  • Obat-obatan untuk kejang atau epilepsi misalnya fenitoin dan karbamazepin
  • St. John’s wort (obat herbal yang digunakan untuk mengobati depresi)
  • Obat anti kanker lain yang memengaruhi pembentukan sel darah di sumsum tulang

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Categories
Kamus Obat

Methotrexate

Methotrexate (metotreksat) yang juga dikenal amethopterin merupakan golongan obat yang memengaruhi respons imun (imunosupresan). Obat ini pertama kali digunakan dalam dunia medis pada 1947.

Methotrexate termasuk dalam daftar obat esensial organisasi kesehatan dunia (WHO) dan merupakan obat paling efektif dibutuhkan dalam dunia kesehatan.

Berikut adalah informasi mengenai obat methotrexate, manfaat, cara pakai, dosis, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat methotrexate?

Methotrexate kerapkali digunakan untuk mengobati kanker, penyakit autoimun, kehamilan ektopik, dan aborsi medis. Obat ini juga digunakan untuk mengobati psoriasis parah dan rheumatoid arthritis pada orang dewasa.

Methotrexate mungkin sulit kamu jumpai di beberapa apotek karena umumnya diberikan melalui suntikan atau digunakan sebagai obat oral.

Apa fungsi dan manfaat obat methotrexate?

Methotrexate berfungsi sebagai agen kemoterapi dan memiliki sifat menekan sistem kekebalan tubuh. Ia bekerja dengan memblokir penggunaan asam folat dalam tubuh yang berperan dalam imunitas.

Sifat tersebut membuat methotrexate efektif dalam mengganggu pertumbuhan sel tubuh tertentu, terutama sel yang berkembang biak dengan cepat.

Dalam dunia medis, methotrexate memiliki manfaat untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan yang berkaitan dengan kondisi berikut:

Kanker payudara

Methotrexate digunakan dalam pengobatan untuk kanker payudara baik sebagai obat tunggal atau dalam kombinasi dengan kemoterapi. Terkadang, obat ini digunakan sebagai terapi pendukung kemoterapi lini pertama dalam kombinasi dengan obat lain.

Umumnya methotrexate dikombinasikan dengan siklofosfamid dan fluorourasil sebagai kemoterapi. Pengobatan pada pasien dengan penyakit nodus positif lebih direkomendasikan untuk dikombinasi dengan antrasiklin.

Beberapa penelitian menunjukkan antrasiklin dapat meningkatkan kelangsungan hidup pada pasien premenopause dan postmenopause. Dengan demikian, pemakaian untuk wanita lanjut usia lebih disarankan untuk dikombinasi dengan antrasiklin.

Kanker kepala dan leher

Methotrexate juga digunakan untuk pengobatan paliatif karsinoma kepala dan leher berulang atau metastasis.

Obat biasa diberikan sebagai obat tunggal atau dalam terapi kombinasi dengan agen kemoterapi lain. Agen antineoplastik lain yang sering dikombinasikan misalnya, bleomycin, fluorouracil, atau vincristine.

Beberapa terapi kombinasi dengan cisplatin, methotrexate, bleomycin, dan vincristine telah digunakan. Terapi kombinasi ini terutama diberikan untuk karsinoma sel skuamosa berulang atau metastatik pada kepala dan leher.

Leukimia

Methotrexate diberikan dalam kombinasi dengan agen kemoterapi lain untuk leukimia akut. Selain itu, obat ini juga termasuk obat terapi lini pertama dengan merkaptopurin untuk leukemia limfoblastik akut.

Methotrexate jarang digunakan sebagai obat tunggal dalam mengobati leukemia myeloblastik akut karena dinilai kurang efektif. Beberapa ahli medis dunia lebih merekomendasikan untuk dikombinasi dengan agen lain sebagai obat terapi.

Kanker paru-paru

Methatrezate telah digunakan dalam terapi lini kedua untuk kanker paru-paru yang masih belum terlalu besar.

Namun, beberapa ahli medis lebih menyarankan agen kemoterapi lain meskipun obat ini telah diberi label untuk digunakan pada jenis sel skuamosa kanker paru-paru.

Limfoma

Limfoma adalah kanker yang muncul di kelenjar getah bening atau organ lain dari sistem limfatik. Ada banyak jenis limfoma dan perawatan yang dibutuhkan tergantung pada jenis yang kanker yang muncul.

Methotrexate diberikan dalam kombinasi dengan agen kemoterapi sebagai terapi pemeliharaan untuk limfoma limfoblastik non-Hodgkin. Obat ini dapat diberikan untuk jenis kanker tingkat tinggi. Selain itu, obat juga dapat dijadikan terapi alternatif untuk limfoma non-Hodgkin tingkat menengah.

Obat ini juga telah digunakan dalam kombinasi dengan siklofosfamid, doksorubisin, vinkristin, dan prednison. Kombinasi ini biasanya diberikan untuk terapi lini pertama limfoma non-Hodgkin tingkat menengah.

Namun, obat dinilai kurang efektif untuk mengatasi limfoma hodgkin sehingga tidak direkomendasikan untuk diberikan sebagai pengobatan. Meskipun dikombinasikan dengan agen lain, obat telah menunjukkan respons yang buruk jika kanker terdiagnosis sebagai limfoma hodgkin.

Osteosarcoma

Osteosarcoma, juga disebut sarkoma osteogenik, adalah jenis kanker paling umum yang dimulai dari tulang. Sel kanker pada tumor ini terlihat seperti bentuk awal sel tulang pada umumnya. Namun, jaringan tulang pada osteosarkoma tidak sekuat tulang normal.

Pengobatan osteosarcoma biasanya dapat diberikan mithotrexate dengan terapi dosis tinggi. Pengobatan diikuti oleh leucovorin atau levoleucovorin rescue dalam kombinasi regimen kemoterapi sebagai tambahan.

Kombinasi tersebut diberikan terutama untuk reseksi bedah atau amputasi tumor primer pada pasien dengan osteosarcoma nonmetastatik. Obat juga dinilai efektif sebagai komponen kemoterapi kombinasi tambahan pada pasien dengan osteosarkoma metastatik.

Psoriasis

Psoriasis adalah masalah kulit umum di mana terdapat kelainan siklus pada sel kulit. Hal ini dapat menyebabkan sel menumpuk dengan cepat di permukaan kulit.

Sel kulit tersebut akan membentuk sisik dan bercak merah yang terasa gatal dan terkadang nyeri. Pengobatan dilakukan dengan tujuan untuk menghentikan pertumbuhan sel-sel kulit yang begitu cepat.

Biasanya, methotrexate diberikan untuk mengontrol gejala psoriasis berat yang tidak mudah dihilangkan. Obat ini juga diberikan apabila terapi lain tidak cukup responsif untuk mengobati psoriasis yang muncul.

Obat hanya dapat diberikan setelah diagnosis pasti, seperti biopsi atau setelah konsultasi dermatologis. Penanganan yang tepat harus didasarkan pada diagnosis yang cermat sebelum menentukan cara pengobatan.

Radang sendi

Radang sendi atau rheumathoid arthtritis merupakan masalah sendi kronis di mana muncul peradangan di bagian sendi tertentu. Penyebab dari radang sendi bisa disebabkan oleh kelainan autoimun.

Biasanya orang dengan masalah ini memiliki sistem kekebalan tubuh yang gagal mengenali imunnya sendiri. Pengobatan biasanya dilakukan jika gejalanya terus berlanjut meskipun telah diberikan terapi obat antiinflamasi nonsteroid yang memadai.

Kemanjuran penggunaan methotrexate untuk rematik dalam jangka panjang diketahui jauh lebih besar daripada obat-obatan lini pertama lain. Namun, selain digunakan sebagai obat tunggal, obat ini juga diberikan dalam kombinasi untuk mengatasi beberapa masalah rematik.

Neoplasma trofoblas

Penyakit trofoblas gestasional merupakan istilah untuk menyebut sekelompok tumor langka yang terdiri dari sel trofoblas. Umumnya masalah ini terbentuk di dalam rahim dan hampir selalu berhubungan dengan kehamilan.

Pengobatan neoplasma trofoblas pada wanita dapat diberikan sebagai obat tunggal atau kombinasi dengan leucovorin. Namun, obat tidak dapat diberikan bagi wanita yang mengalami gangguan fungsi ginjal atau hati.

Pengobatan juga tidak dapat dilakukan bagi wanita yang gagal merespons terapi metotreksat sebelumnya. Terapi lain yang direkomendasikan biasanya adalah daktinomisin.

Methotrexate sangat efektif diberikan pada pasien yang menderita penyakit hanya dalam waktu singkat sebelum memulai kemoterapi. Selain itu, obat juga efektif diberikan pada wanita yang memiliki konsentrasi gonadotropin awal yang rendah dan tidak mengalami metastasis.

Methotrexate juga telah digunakan sebagai profilaksis terhadap penyakit trofoblas ganas pada pasien yang telah didiagnosis mola hidatidosa.

Kanker kandung kemih

Methotrexate juga digunakan sebagai kombinasi dengan vinblastin dan cisplatin sebagai terapi lini pertama atau kedua untuk kanker kandung kemih.

Namun, obat ini dapat tidak diberikan apabila ada pertimbangan untuk pengobatan kanker kandung kemih stadium lanjut. Obat ini juga tidak disarankan untuk pengobatan metastatik pada pasien dengan disfungsi ginjal, edema, pengumpulan cairan pleura, atau asites.

Merek dan harga obat methotrexate

Methotrexate mungkin cukup jarang bisa kamu jumpai di apotek. Namun, obat ini bisa kamu dapatkan dengan rekomendasi dari dokter.

Beberapa informasi mengenai merek dan harga obat methotrexate bisa kamu lihat berikut ini:

  • Rheu-Trex 2,5mg. Sediaan tablet methotrexate yang bisa kamu dapatkan dengan harga berkisar Rp8.800-Rp11.000/tablet.
  • PFZ Methotrexate 2,5mg. Sediaan tablet yang bisa kamu dapatkan dengan harga berkisar Rp470.000-Rp589.000/box.
  • Ferxate 2,5mg tablet. Sediaan tablet yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp220.000-Rp250.000.

Bagaimana cara minum obat methotrexate?

Baca dan ikuti semua petunjuk penggunaan obat yang tertera di label kemasan resep obat sesuai arahan dari dokter. Jangan minum dosis lebih atau kurang dari yang diinstruksikan oleh dokter.

Obat ini mungkin tidak perlu kamu konsumsi setiap hari. Obat biasanya diminum hanya sekali seminggu, atau 2 hingga 4 kali seminggu. Dokter mungkin akan menyuruh kamu untuk istirahat satu minggu tanpa minum obat kemudian baru memulai minum obat kembali.

Gunakan obat sesuai dosis yang tepat. Berhati-hatilah saat mengonsumsi obat ini karena beberapa orang meninggal setelah salah minum methotrexate setiap hari.

Methotrexate paling baik dikonsumsi saat perut kosong. Kamu bisa minum obat ini dengan makanan untuk mengurangi rasa mual yang mungkin ditimbulkannya. Cobalah untuk meminumnya pada hari dan waktu yang sama sesuai yang dijadwalkan.

Methotrexate harus diminum secara teratur agar efektif. Jangan berhenti minum obat kecuali ada petujuk dari dokter.

Obat ini dapat menjadi racun bagi organ tubuh dan dapat menurunkan jumlah sel darah. Kamu perlu sering menjalani tes medis dan mungkin memerlukan biopsi hati atau rontgen dada sesekali.

Jika kamu perlu dibius untuk perawatan gigi, beri tahu dokter bahwa kamu sedang menggunakan methotrexate.

Simpan obat pada suhu kamar jauh dari kelembapan, panas, dan cahaya matahari setelah digunakan. Kamu dapat menyimpan obat di lemari es, tetapi jangan dibekukan. Buang obat yang tidak digunakan setelah 60 hari jika disimpan pada suhu kamar.

Berapa dosis obat methotrexate?

Dosis dewasa

Koriokarsinoma

  • Dosis lazim melalui suntikan: 15-30mg setiap hari selama 5 hari. Ulangi setelah setidaknya 1 minggu untuk 3-5 pengobatan.
  • Dosis alternatif: 0,25-1mg setiap 48 jam untuk 4 dosis diikuti asam folinat.
  • Pengobatan diulangi dengan interval 7 hari untuk 4 program atau lebih.

Leukemia limfoblastik akut

Dosis pemeliharaan: 15mg/m2 sekali atau dua kali seminggu dengan kombinasi obat lain.

Mikosis fungoides

Dosis lazim melalui suntikan intramuskular: 50mg setiap minggu sebagai dosis tunggal atau 2 dosis terbagi.

Penyakit Crohn

  • Dosis lazim melalui suntikan intramuskular: 25mg setiap minggu sekali selama 16 minggu.
  • Dosis lazim lelaui mulut (oral): 12,5-22,5mg sekali seminggu sampai 1 tahun.
  • Dosis pemeliharaan: 15mg setiap minggu.

Osteosarcoma

  • Dosis awal yang dianjurkan: 12g/m2 sebagai infus 4 jam diikuti dengan asam folinat sebagai terapi kombinasi.
  • Dosis dapat ditingkatkan menjadi 15g/m2 pada pengobatan selanjutnya jika dosis awal tidak mencukupi untuk mencapai konsentrasi puncak 454 mcg/mL pada akhir infus.
  • Infus methotrexate diberikan pada minggu 4, 5, 6, 7, 11, 12, 15, 16, 29, 30, 44 dan 45 pasca operasi dalam kombinasi dengan agen kemoterapi lainnya.
  • Asam folinat dapat diberikan secara oral atau injeksi mulai 24 jam setelah dimulainya infus methotrexate.
  • Berikan obat melalui parenteral apabila pasien mengalami toksisitas gastrointestinal, seperti mual, muntah.
  • Dosis lazim untuk asam folinat: 15mg tiap 6 jam selama total 60 jam atau total 10 dosis.

Kanker payudara

Dosis melalui intravena: 10-60mg/m2 dan bisa dikombinasikan dengan siklofosfamid dan fluorourasil.

Limfosarkoma

Dosis diberikan melalui intravena hingga 30mg perkg diikuti dengan asam folinat.

Leukemia limfoblastik akut

  • Dosis pemeliharaan melalui intravena: 2,5mg perkg setiap 14 hari.
  • Dosis pemeliharaan melalui mulut (oral): 15mg/m2 sekali atau dua kali seminggu dengan kombinasi obat lain.

Psoriasis

  • Dosis lazim melalui mulut (oral): 10-25mg setiap minggu sebagai dosis tunggal.
  • Dosis lazim melalui parenteral: 10-25mg setiap minggu sebagai dosis tunggal.
  • Sesuaikan dosis berikutnya berdasarkan respons.

Radang sendi

  • Dosis lazim: 7,5mg sekali seminggu disesuaikan dengan respons.
  • Dosis maksimal: 20mg per minggu.

Apakah methotrexate aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan obat ini dalam golongan obat kategori kehamilan X. Artinya obat ini tidak boleh diberikan pada ibu hamil karena telah menujukkan risiko merugikan pada janin (teratogenik).

Obat ini juga telah diketahui dapat terserap dalam ASI sehingga tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Apa efek samping obat methotrexate yang mungkin terjadi?

Hentikan pemakaian obat segera dan hubungi dokter apabila muncul reaksi efek samping berikut setelah kamu menggunakan obat ini:

  • Reaksi alergi terhadap methotrexate, seperti gatal-gatal, sulit bernapas, bengkak di wajah atau tenggorokan.
  • Reaksi kulit yang parah, termasuk demam, sakit tenggorokan, mata terasa terbakar, nyeri kulit, ruam kulit merah atau ungu yang menyebar dan menyebabkan melepuh dan mengelupas.
  • Nyeri dada mendadak, mengi, batuk kering, batuk berlendir, sesak napas
  • Demam, menggigil, kelenjar getah bening membengkak, berkeringat di malam hari, penurunan berat badan
  • Muncul lecet atau bisul di mulut, gusi merah atau bengkak, kesulitan menelan
  • Muntah, diare, muncul darah di urine atau tinja
  • Perubahan kulit seperti kemerahan dan bengkak
  • Gangguan ginjal, seperti susah atau sedikit buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki
  • Gangguan hati yang ditandai dengan bengkak di sekitar bagian tengah tubuh, sakit perut sisi kanan atas, mual, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, penyakit kuning
  • Gangguan saraf, seperti kebingungan, kantuk, masalah koordinasi, perasaan mudah marah, sakit kepala, leher kaku, masalah penglihatan, kejang
  • Tanda-tanda kerusakan sel tumor, seperti kelelahan, kram otot, mual, muntah, diare, detak jantung cepat atau lambat, kesemutan di tangan dan kaki atau di sekitar mulut.

Efek samping umum yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi methotrexate, antara lain:

  • Demam, menggigil, kelelahan, tidak enak badan
  • Jumlah sel darah rendah
  • Muncul luka pada mulut
  • Mual
  • Sakit perut
  • Tes fungsi hati yang abnormal
  • Rambut rontok
  • Sensasi terbakar pada luka di kulit
  • Lebih sensitif terhadap cahaya.

Peringatan dan perhatian

Kamu tidak boleh mengonsumsi methotrexate apabila memiliki riwayat alergi obat ini sebelumnya.

Kamu mungkin juga tidak boleh mengonsumsi obat ini bila memiliki kondisi berikut:

  • Alkoholisme, sirosis, atau penyakit hati kronis
  • Jumlah sel darah rendah
  • Sistem kekebalan tubuh lemah atau gangguan sumsum tulang
  • Kamu sedang hamil atau menyusui.

Untuk memastikan bahwa kamu aman menggunakan obat ini, beritahu dokter apabila kamu memiliki riwayat kesehatan tertentu, terutama:

  • Masalah hati, terutama cairan di perut (asites)
  • Penyakit ginjal
  • Masalah paru-paru, terutama cairan di paru-paru (efusi pleura)
  • Pengobatan radiasi
  • Sakit maag atau kolitis ulserativa.

Obat ini bisa memengaruhi kesuburan baik pada pria maupun wanita. Namun, penting untuk menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan karena methotrexate dapat membahayakan bayi jika kehamilan benar-benar terjadi.

Jangan menyusui saat menggunakan obat ini, dan setidaknya satu minggu setelah dosis terakhir kamu menggunakannya.

Beritahu dokter tentang semua obat-obatan lain yang sedang kamu gunakan, terutama:

  • Obat antibiotik atau golongan obat sulfa
  • Asam folat
  • Merkaptopurin
  • Teofilin atau aminofilin
  • NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid) , seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, celecoxib, diklofenak, indometasin, meloxicam, dan lain-lain.
  • Obat asam lambung, seperti esomeprazole, lansoprazole, omeprazole, pantoprazole, dan lain-lain.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Categories
Diet dan Nutrisi

Bisa Melawan Sel Kanker, Inilah Segudang Manfaat Daun Kucai untuk Kesehatan

Daun kucai seringkali dijadikan sebagai bahan masakan ataupun hiasan makanan. Tidak hanya itu saja, ternyata daun kucai bisa melawan sel kanker lho. Inilah manfaat daun kucai yang wajib kamu ketahui, simak ulasannya yuk!

Beragam manfaat daun kucai untuk kesehatan

Tidak hanya membuat makanan semakin lezat dan indah, inilah manfaat daun kucai yang sangat baik untuk kesehatan, antara lain:

Melawan sel kanker

Siapa sangka ternyata manfaat daun kucai bisa melawan sel kanker lho. Daun kucai termasuk ke dalam keluarga bawang atau allium yang kaya akan flavonol. Senyawa antioksidan ini dapat berfungsi sebagai penghambat pertumbuhan tumor.

Beberapa jenis kanker yang diketahui dapat dicegah dengan mengonsumsi kucai adalah kanker prostat, kanker perut, dan kanker esofagus (kerongkongan).

Meningkatkan kesehatan jantung

Daun kucai mengandun zat allicin yang dapat menurunkan kadar LDL atau kolesterol jahat dalam tubuh. Jika LDL melebihi batas normal dapat menaikkan risiko terjadinya stroke maupun penyakit jantung. 

Jika kamu mengonsumsi daun kucai secara teratur dapat membantu dalam meningkatkan kesehatan jantung. Selain itu, kandungan kalium yang ada di dalam daun kucai juga dapat mengurangi ketegangan kardiovaskular dalam tubuh.

Menjaga kesehatan tulang

Daun kucai kaya akan kandungan vitamin K yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang karena membantu mencegah pengeroposan tulang. Selain itu, daun kucai juga dapat membantu meningkatkan produksi protein tulang osteocalcin. 

Di mana protein ini berfungsi untuk menjaga kepadatan mineral tulang, sehingga bisa membantu mencegah pengeroposan tulang alias osteoporosis.

Baca juga: Kaya akan Kalsium, Manfaat Tempe Bisa Tingkatkan Kesehatan Tulang, Lho!

Mengatasi masalah pencernaan

Daun kucai mengandung alil sulfida dan senyawa organik lain yang bermanfaat untuk mengatasi gangguan pencernaan. Antibakteri inilah yang membantu mengatasi gangguan pencernaan yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Selain itu kandungan antioksidan dapat berfungsi untuk memperbaiki kerusakan maupun gangguan sistem pencernaan akibat radikal bebas.

Membantu membuang racun dalam tubuh

Daun kucai memiliki sifat diuretik yang ampuh mengeluarkan racun-racun dari tubuh melalui buang air. Jika tubuh bebas dari racun, maka kamu bisa bebas melakukan aktivitas keseharian tanpa gangguan kesehatan lainnya.

Tubuh yang terbebas dari racun sudah pasti akan membuat kesehatan tubuhmu semakin terjaga.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Daun kucai mengandung zat allicin dan sifat antibakteri yang berguna untuk proses detoksifikasi tubuh. Tidak hanya itu saja, vitamin C dan E yang terdapat pada kucai juga bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan secara keseluruhan.

Meredakan stres

Daun kucai juga dapat membantu dalam menurunkan depresi serta meredakan stres karena kandungan zat folat yang ada di dalamnya. 

Folat mampu mencegah pembentukan homosistein yang berlebih dalam tubuh. Hal ini dikarenakan kadar homosistein yang berlebih dalam tubuh dikaitkan dengan serangan jantung, stroke, dan penggumpalan darah.

Dengan mengonsumsi daun kucai, dapat membuat produksi hormon serotonin dan dopamine akan lebih lancar sehingga dapat memengaruhi suasana hati.

Membantu kesehatan janin bagi ibu hamil

Kandungan asam folat yang ada di daun kucai dapat membantu kesehatan janin bagi ibu hamil. Asam folat yang biasanya terkandung dalam susu khusus ibu hamil banyak juga terkandung dalam daun kucai. 

Namun harus diingat, kamu juga harus mengimbangi kesehatan janin dengan makanan sehat penunjang lainnya.

Memiliki sifat antibakteri

Ternyata daun kucai dapat dijadikan kekuatan tambahan untuk menghancurkan bakteri selagi kamu mengonsumsi antibiotik dari dokter. Kandungan saponin dalam daun hijau ini dapat berfungsi sebagai antibakteri dengan menghancurkan membran sel bakteri.

Menjaga kesehatan otak

Daun kucai mengandung senyawa kolin yang nantinya akan mendatangkan manfaat daun kucai untuk kesehatan guna memelihara kualitas memori otak.

Jika mengonsumsi makanan yang mengandung kolin yang tinggi dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif otak serta penyimpanan memori verbal dan visual.

Meningkatkan kualitas tidur

Jika kamu mengalami sulit tidur kamu akan mengalami stres yang berlebihan yang akan menimbulkan penyakit berbahaya, seperti jantung, penggumpalan darah, stroke, dan sebagainya.

Selain menerapkan pola hidup sehat, kamu bisa melakukan pencegahan dengan mengonsumsi daun kucai untuk membantu kualitas tidur kamu menjadi lebih baik.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Categories
Kamus Obat

Disebut Bisa Jadi Obat Kanker, Ini Fakta Tentang Kayu Bajakah

Kayu bajakah sempat menjadi perbincangan hangat di masyarakat karena khasiatnya dipercaya efektif sebagai obat kanker. Hal ini bermula dari temuan tiga siswa di Palangkaraya yang melakukan penelitian pada tanaman bajakah dan kaitannya dengan penyembuhan kanker. 

Penelitian tersebut kemudian memenangkan penghargaan dalam ajang World Invention Creativity Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan. Penghargaan tersebut lantas semakin membuat kayu bajakah mendapat perhatian publik. Namun, apa sebenarnya fakta tentang kayu bajakah?  

Apa itu kayu bajakah?

Kayu bajakah merupakan tanaman khas dari Kalimantan Tengah. Tanaman ini juga disebut sebagai bajakah tampala, sedangkan nama ilmiahnya yakni Spatholobus littoralis Hassk. Tak hanya di Kalimantan, bajakah tampala juga tersebar dan hidup di berbagai daerah hutan di Asia.

Bagi masyarakat Dayak, kayu bajakah telah lama digunakan sebagai obat herbal untuk melawan berbagai penyakit. Seperti sakit perut, diare atau disentri. Penggunaanya dilakukan dengan cara merebus batang kayu bajakah kemudian meminumnya. 

Penelitian tentang kayu bajakah 

Dikutip dari Kompas, guru biologi ketiga siswa asal Palangkaraya tersebut, Helita M,Pd pun menjelaskan tahapan penelitian yang telah dilakukan. Untuk meneliti kayu bajakah, ketiga siswa menggunakan sampel dua ekor mencit betina atau tikus kecil berwarna putih.

Mereka kemudian menyuntikkan zat pertumbuhan sel tumor atau kanker pada kedua mencit tersebut. Sel kanker pun menyebar di seluruh tubuh mencit dan mengakibatkan muncul benjolan-benjolan pada tubuh mencit.

Ketiga siswa ini kemudian memberikan dua jenis obat penawar kanker yang berbeda. Tikus pertama diberikan cairan bawang dayak sedangkan tikus kedua diberikan air rebusan kayu bajakah. Penelitian ini pun dilakukan selama kurang lebih dua bulan.

Hasilnya, tikus pertama mati sedangkan tikus kedua berhasil hidup dan berkembang biak. Dari sinilah, kayu bajakah dianggap efektif melawan penyakit kanker. Ketiga siswa tersebut juga melanjutkan penelitian dengan melakukan uji laboratorium.

Hasilnya, mereka menemukan beberapa zat dalam tanaman bajakah berupa fenolik, steroid, tanin, alkonoid, saponin dan terpenoid. Kayu bajakah kemudian diolah menjadi serbuk teh siap seduh dan diikutsertakan dalam ajang kompetisi sains. 

Kandungan penting dalam kayu bajakah  

Berdasarkan pernyataan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang dikutip dari dari Tempo, kayu bajakah telah diakui memiliki setidaknya 40 kandungan zat yang mampu mematikan sel-sel kanker karena kaya akan anti radikal bebas.

Kandungan tersebut telah ditemukan berdasarkan uji laboratorium yang dilakukan para ahli. Nah, berikut ini ada penjelasan mengenai manfaat dari beberapa senyawa yang ditemukan dalam kayu bajakah. 

Tannin. Senyawa polifenol ini banyak ditemukan dalam tanaman. Tannin diketahui bekerja sebagai anti kanker dan antimikroba yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri, virus, jamur di dalam tubuh. Tanin juga dapat mencegah kerusakan oksidatif dan mengurangi tekanan darah.

Fitonutrien. Senyawa ini juga umum ditemukan pada tanaman. Fitonutrien memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Sifat antioksidan inilah yang dapat bekerja mencegah tubuh dari penyakit kanker. 

Saponin. Saponin berperan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh manusia. Senyawa ini juga mampu melindungi tubuh dari kanker serta menurunkan kadar kolesterol.

Terpenoid. Senyawa terpenoid telah ditemukan bermanfaat dalam pencegahan dan terapi beberapa penyakit. Terpenoid memiliki sifat antimikroba, antijamur, antiparasit, antivirus, anti-alergi, hingga antiinflamasi. Juga berguna untuk meningkatkan pertahanan tubuh. 

Flavonoid. Kandungan antioksidan yang satu ini dapat mengurangi risiko kanker, penyakit jantung, asma, dan stroke. Flavonoid mampu bekerja dalam tubuh dengan cara memperbaiki radikal bebas dan ion logam yang merusak sel.

Meski telah ditemukan berbagai kandungan yang mungkin bekerja efektif melawan kanker, kayu bajakah belum bisa diklaim sepenuhnya sebagai obat kanker.

Berdasarkan pernyataan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia seperti dikutip dari Tempo, perlu penelitian lebih lanjut mengenai tanaman bajakah. Hal ini penting supaya penggunaannya aman, juga terjaga khasiat dan kelestariannya. 

Penelitian mengenai khasiat kayu bajakah sebagai obat kanker juga baru dilakukan pada hewan dan belum dilakukan pada manusia. Sedangkan agar dapat diakui sebagai obat, tanaman bajakah ini harus melewati serangkaian uji klinis dan dapat memakan waktu bertahun-tahun.

Nah, itu dia fakta tentang kayu bajakah yang sempat heboh diklaim sebagai obat kanker. Meski memang punya potensi sebagai obat, nyatanya kayu bajakah belum bisa diklaim sepenuhnya bekerja sebagai obat kanker.

Tapi di sisi lain temuan ini tentunya berguna bagi para peneliti agar bisa menemukan alternatif pengobatan kanker.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!